Daftar Perusahaan yang Siap Buyback Saham, Big Banks hingga Energi

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 12:47 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan sidak ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Kunjungan dilakukan di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pagi ini masih tertekan. (CNN Indonesia/Adi ibrahim)
Perusahaan Energi hingga Petrokimia. (Foto: CNNIndonesia/Adi ibrahim)

5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)

ADRO mengumumkan pelaksanaan buyback mulai 20 Oktober 2026. Program ini telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPST pada 17 April 2026, dengan periode pelaksanaan selama 12 bulan sejak 18 April 2026.

Sekretaris Perusahaan ADRO Maharani Cindy mengatakan perseroan memiliki kesiapan keuangan untuk melaksanakan buyback tanpa mengganggu kondisi keuangan perusahaan.

"Dengan didukung kondisi keuangan dan pengelolaan likuiditas yang prudent, perseroan meyakini langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan," ujar Maharani dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

6. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

BRPT menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun untuk buyback saham hingga 31 Desember 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi pada 19 Oktober 2026, dana tersebut bersumber dari kas internal dan dialokasikan secara bertahap.

Manajemen menyatakan dana buyback berasal dari kelebihan kas sehingga diharapkan tidak mengganggu operasional perusahaan. Pelaksanaannya tetap memperhatikan batas maksimum pembelian kembali saham sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan persyaratan jumlah saham beredar yang dimiliki publik atau free float.

7. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

TPIA mengalokasikan dana maksimal Rp1 triliun untuk buyback hingga 31 Desember 2026. Berdasarkan revisi keterbukaan informasi pada 19 Oktober 2026, perseroan berencana membeli kembali maksimal 800 juta saham atau setara 0,92 persen dari total saham yang telah diterbitkan.

Perseroan menetapkan harga pembelian maksimal Rp3.000 per saham. Dana buyback berasal dari kas internal perusahaan, yang menurut perseroan tetap memadai untuk membiayai operasional dan belanja modal.

8. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

DSSA mengalokasikan dana maksimal Rp1 triliun untuk buyback selama tiga bulan, yakni 19 Oktober 2026 hingga 18 Januari 2027. Perseroan menyebut aksi ini bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham, memperbaiki kinerja saham agar sesuai dengan fundamental, serta menjaga kepercayaan publik.

Manajemen menyatakan arus kas dan modal kerja perusahaan memadai untuk membiayai operasional, belanja modal, dan buyback secara bersamaan. Saham yang dibeli kembali dan menjadi saham treasuri juga dapat dialihkan kembali pada masa mendatang sesuai ketentuan.

9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

BREN menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun untuk buyback pada 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Dana tersebut bersumber dari kas internal dan sudah mencakup biaya transaksi serta jasa perantara perdagangan.

Perseroan menyatakan dana berasal dari kelebihan kas yang tidak mengganggu kegiatan operasional. Berdasarkan analisis perusahaan, buyback diperkirakan tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap kinerja operasional maupun pendapatan.

10. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

CUAN menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk buyback selama 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Perseroan menyatakan aksi tersebut diperkirakan tidak berdampak negatif signifikan terhadap kinerja dan pendapatan perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, CUAN akan memperhatikan batas maksimum pembelian kembali saham dan ketentuan jumlah saham free float yang harus dipenuhi.

DSSA, BREN, dan CUAN sebelumnya juga dikenai sanksi administratif berupa denda oleh OJK terkait pelanggaran di pasar modal. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut denda DSSA sebesar Rp1,5 triliun, BREN Rp500 miliar, dan CUAN Rp100 miliar.

(del/pta)

HALAMAN:
1 2