DPR Apresiasi Dua Tahun Kinerja Mentan Amran di Kabinet Merah Putih

Kementan | CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 12:34 WIB
(Foto: Arsip Kementan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasi atas kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat produksi beras nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menyebut capaian itu sebagai modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim seperti El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian.

Ia menilai komitmen dan kerja keras Amran bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) berperan mendorong peningkatan produksi beras nasional, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

"Saya melihat kinerja Pak Menteri luar biasa karena selama dua tahun Presiden Prabowo memimpin, beliau mampu merealisasikan program swasembada yang berdampak pada pemenuhan beras nasional," ujar Rajiv, Rabu (21/10).

Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil kepemimpinan Mentan Amran yang mendorong jajarannya bekerja lebih keras dan berfokus pada peningkatan produksi. Konsistensi pelaksanaan program dan kerja nyata di lapangan menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas produksi pangan nasional.

"Beliau yang memaksa jajaran Kementan untuk bekerja keras sehingga apa yang dilakukan sejauh ini menuai hasil," katanya.

Apresiasi itu sejalan dengan data produksi beras nasional yang menunjukkan peningkatan pada 2025. Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia mencapai 34,69 juta ton, naik sekitar 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 30,62 juta ton.

Peningkatan produksi menjadi salah satu indikator penguatan kapasitas pangan nasional. Menghadapi tantangan iklim dan pemenuhan kebutuhan pangan, peningkatan produktivitas menjadi penting untuk menjaga pasokan beras, serta mengurangi kerentanan terhadap gangguan produksi.

Rajiv menegaskan, pembangunan pertanian tak cuma soal peningkatan produksi. Kebijakan pertanian juga perlu memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi melalui dukungan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas, serta kebijakan yang mendukung keberlanjutan usaha tani.

Hal itu dibuktikan lewat perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). BPS menyatakan, NTP pada September 2026 mencapai 131,11 atau meningkat 1,49 persen.

Kenaikan ini mengindikasikan perbaikan daya beli petani, meskipun kondisi kesejahteraan petani secara menyeluruh tetap perlu dilihat bersama indikator lainnya.

Menurut Rajiv, capaian produksi dan perkembangan indikator kesejahteraan petani perlu menjadi pijakan untuk menjaga konsistensi program pertanian ke depan.

Penguatan infrastruktur pertanian, ketersediaan sarana produksi, dan pendampingan kepada petani perlu terus dilakukan agar peningkatan produksi dapat dipertahankan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia berharap momentum positif ini dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, sektor pertanian didorong semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan diharapkan semakin kuat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat Indonesia," pungkas Rajiv.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK