Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melanjutkan penghematan besar-besaran di tengah tantangan ekonomi dan tekanan yang dihadapi Indonesia.
Ia mengatakan pemerintah siap mengambil langkah efisiensi lebih lanjut jika diperlukan.
"Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kalau lebih hemat lagi nanti," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan pemerintah bekerja menghadapi berbagai tantangan, tetapi pekerjaan belum selesai. Ia mengibaratkan masa pemerintahan lima tahun seperti pertandingan sepak bola yang baru memasuki babak pertama.
Menurut Prabowo, pemerintahan saat ini belum mencapai pertengahan masa jabatan. Ia pun meminta jajaran pemerintah tetap bersabar karena setiap pejabat memiliki peran dan waktu masing-masing untuk menjalankan tugas.
"Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half time. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru babak pertama habis, setelah itu kita akan ke babak kedua," ujarnya.
Kebijakan efisiensi anggaran sendiri menjadi salah satu agenda pemerintahan Prabowo sejak awal masa jabatannya.
Pada Januari 2025, Prabowo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi belanja kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dengan target penghematan sekitar Rp306,69 triliun.
Dalam perkembangannya, pemerintah menyatakan penghematan anggaran pada tahun pertama pemerintahan mencapai lebih dari Rp300 triliun.
(del/sfr)