Telkom Gelar Inovasi Pembelajaran Numerasi di 100 Sekolah Wilayah 3T

Telkom | CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 16:54 WIB
Telkom
(Foto: Arsip Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan BISA PandAI Numerasi yang memperkuat pembelajaran matematika dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di 100 sekolah dasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Program yang dilaksanakan di Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat; dan Kota Tual, Maluku ini memperkuat kompetensi guru, serta menyediakan perangkat pembelajaran dan pendampingan untuk metode belajar yang interaktif dan aplikatif.

BISA PandAI Numerasi diluncurkan secara hybrid yang terpusat di Plasa Telkom Rangkasbitung, Banten, dan diikuti secara daring oleh para pendidik di Kota Tual serta Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan dihadiri Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, serta Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Stafsus Mendikdasmen) Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru , Maila Dinia Husni Rahiem.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Willy Saelan menyatakan, penguatan numerasi dan STEM penting dalam mematangkan kemampuan adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.

"Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Kami meyakini penguatan numerasi sejak dini merupakan fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi masa depan digital," ujar Willy.

Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04 persen pada 2022 menjadi 52,48 persen pada 2024.

Capaian ini turut menegaskan pentingnya penguatan numerasi secara berkelanjutan sebagai dasar kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah siswa.

BISA PandAI Numerasi merupakan bagian dari program TJSL TelkomGroup dalam payung Bersama Jadi BISA. Inisiatif ini mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan guru, perangkat pembelajaran numerasi dan STEM, serta praktik belajar yang mendorong siswa memahami konsep matematika melalui pengalaman langsung.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika dan sains sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah sejak dini.

Stafsus Mendikdasmen, Maila Dinia Husni Rahiem menyampaikan apresiasi atas inisiatif TelkomGroup ini. Menurutnya, penguatan kompetensi guru perlu diikuti perubahan praktik pembelajaran dan evaluasi perkembangan kemampuan siswa agar program dapat berdampak nyata.

Maila pun berharap agar inisiatif Telkom ini menjadi praktik baik yang dapat diterapkan di lebih banyak sekolah.

"Saya mengapresiasi Program BISA PandAI yang memadukan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Kami berharap keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan praktik pembelajaran dan perkembangan kemampuan muridh," ujar Maila.

BISA PandAI Numerasi dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Program diawali dengan pengenalan inisiatif dan penguatan kapasitas guru selama 17 hari melalui Training of Trainers (ToT), dilanjutkan penerapan metode pembelajaran di kelas selama dua bulan.

Pada minggu ke-12, STEM Challenge Day menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran serta proyek berbasis STEM.

Program kemudian dilanjutkan melalui Teacher Champion, yang mendorong guru berbagi praktik baik dan memperluas penerapan metode pembelajaran inovatif. Sebagai dukungan, TelkomGroup menyediakan STEM lab kit bagi sekolah peserta agar siswa dapat mengeksplorasi konsep melalui kegiatan praktis dan proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi TelkomGroup, keberhasilan program turut diukur dari pemanfaatan sarana, peningkatan kompetensi guru, serta perkembangan kemampuan numerasi siswa. Karena itu, pendampingan implementasi dan evaluasi dampak penting untuk memastikan manfaat program berkelanjutan.

Melalui BISA PandAI Numerasi, TelkomGroup memperkuat kontribusinya dalam pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas.

Berlandaskan semangat Bersama Jadi BISA, TelkomGroup menghadirkan inisiatif pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, berinovasi, dan berkembang.

(rea/rir)
placeholder