Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 20:28 WIB
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026 meski harga minyak mentah dunia terus meningkat.

Kenaikan harga minyak berpotensi menambah beban subsidi energi, namun Bahlil menyatakan harga BBM subsidi tetap dipertahankan.

"Pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan. Jadi, untuk BBM subsidi, insyaallah tidak ada kenaikan," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Bahlil menjelaskan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) saat ini berada di kisaran US$92 per barel. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi harga minyak dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang dipatok sekitar US$70 per barel.

Jika harga minyak terus meningkat, kebutuhan dana untuk menutup subsidi energi berpotensi bertambah. Meski begitu, Bahlil memperkirakan harga ICP masih bisa berada di bawah US$100 per barel jika tren saat ini berlanjut.

"Sekarang rata-rata ICP di angka US$92 per barel. Padahal di dalam APBN itu sekitar US$70. Kita targetkan kalau begini terus mungkin di bawah US$100 per barel," ujarnya.

Dalam rapat yang membahas dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming itu, Bahlil juga memaparkan capaian sektor energi dan sumber daya mineral.

Ia menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM yang ditargetkan sebesar Rp133 triliun diperkirakan melampaui Rp160 triliun.

Sementara itu, devisa dari ekspor batu bara yang ditargetkan US$27 miliar diperkirakan menembus lebih dari US$30 miliar, meskipun produksinya mengalami penurunan.

Bahlil mengatakan Presiden Prabowo juga meminta jajaran kabinet mempercepat pelaksanaan program kerja, tetapi tetap mematuhi aturan.

"Catatannya harus kerja cepat, eksekusi cepat, jangan lambat, sesuai aturan, dan jangan melanggar aturan," ucap Bahlil.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK