Prabowo Serahkan Kredit Produktif Rp53 T ke Driver Ojol hingga Petani

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 17:28 WIB
Prabowo menyerahkan secara simbolis kredit pembiayaan produktif senilai Rp53,15 triliun ke sejumlah perwakilan penerima, termasuk pengemudi ojol dan petani. (Foto: Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan secara simbolis akad/kredit pembiayaan produktif periode Agustus hingga Oktober 2026 senilai Rp53,15 triliun kepada 2,1 juta penerima, termasuk pengemudi ojol, petani kopi hingga pedagang kelontong.

Momen penyerahan itu terjadi saat acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10).

Penyerahan Rp53,15 triliun ini ditujukan kepada 2.106.401 debitur pada periode Agustus hingga Oktober 2026. Prabowo menyerahkan secara simbolis ke beberapa orang dari berbagai latar belakang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi mengatakan ada lima orang yang menjadi perwakilan penerima.

"Dari mulai bulan Agustus, September, Oktober sudah terjadi pemberian kredit pembiayaan kepada 2,1 juta penerima sebesar Rp53 triliun dan sebagian ada di sini nanti akan ada lima orang perwakilan," ujar Friderica saat memberi sambutan.

Lima perwakilan itu ada seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Dedi yang akan memanfaatkan pembiayaan ini untuk membuka warung kelontong. Kemudian ada seorang wanita bernama Dewi yang akan menggunakannya untuk berjualan makanan.

"Ada Bu Ratna yang jual pakaian dan juga ada Mas Wahyu dan Mas Hendra yang juga melakukan peminjaman untuk petani kopi dan juga untuk membuka usaha ikan nila," ujar Friderica.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembiayaan ini merupakan bagian dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui TPAKD.

Airlangga mengatakan capaian penyaluran KUR hingga 20 Oktober mencapai Rp257,84 triliun atau 87 persen dari plafon dengan jangkauan hingga 4 juta debitur.

"Realisasinya sampai dengan 20 Oktober Rp257,84 triliun dengan 4 juta debitur. Nah ini sebagian menjadi bagian dari Rp53 triliun yang tadi disampaikan oleh Ibu Ketua OJK," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Airlangga juga mengungkap sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah pada kuartal IV 2026. Pertama, ada program satu orang satu rekening dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,28 triliun.

Dalam program tersebut, pemerintah akan memberikan rekening secara gratis kepada WNI yang berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening. Di dalam rekeningnya juga telah disiapkan saldo sebesar Rp50 ribu.

Program tersebut akan menyasar 25 juta warga yang berada di desil 1 hingga 4. Pemerintah menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra.

Stimulus berikutnya adalah bantuan pangan berupa beras dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp17,54 triliun. Jumlah beras yang dibagikan sebesar 10 kilogram per bulan untuk pembagian periode Oktober-Desember 2026. Target penerimanya kurang lebih 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Stimulus berikutnya adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp11,97 triliun. Bantuan ini akan dibagikan selama tiga bulan.

Bantuan akan berjumlah Rp300 ribu per bulan. Apabila dibagikan selama tiga bulan, jumlahnya akan mencapai Rp900 ribu. Pemerintah akan membagikannya sekaligus pada November atau Desember tahun ini.

Rencananya, BSU diberikan untuk 13,30 juta pekerja yang memiliki upah maksimal Rp3,5 juta.

"Bantuan subsidi upah yang sebesar Rp300 ribu per bulan untuk 13,3 juta pekerja. Jadi, ini akan mulai kita gunakan di kuartal empat ini," ujar Airlangga.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK