BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Optimistis Prospek Jangka Panjang

BRI | CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 19:31 WIB
BRI
Ilustrasi. (Foto: Arsip BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) Tahap II dengan nilai sebesar-besarnya Rp1 triliun. Rencana itu disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Kamis (22/10).

Aksi korporasi ini dilakukan di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi secara signifikan. Buyback Tahap II direncanakan berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.

Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023. BRI juga merujuk Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026 tentang kebijakan buyback saham perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan langkah ini bagian dari upaya perseroan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Menurutnya, rencana tersebut sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang BRI.

"Rencana buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Dalam pelaksanaannya, BRI tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10).

Dari sisi permodalan, BRI memastikan rencana tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan perseroan menjaga struktur modal yang sehat. Perhitungan pro forma setelah pelaksanaan buyback Tahap II dilakukan terhadap kondisi keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026.

Berdasarkan perhitungan itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap kuat di level 21,42 persen. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,80 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan BRI masih memiliki kapasitas permodalan yang memadai. Kapasitas itu dibutuhkan untuk mendukung ekspansi bisnis, menjalankan fungsi intermediasi, serta mengantisipasi berbagai risiko di tengah dinamika perekonomian dan pasar keuangan.

Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan. Saham hasil buyback Tahap II direncanakan digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris perseroan.

Pengalihan saham tersebut baru dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan langkah ini, BRI berupaya menjaga kepercayaan investor dan mengoptimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Perseroan menyatakan tetap memperhatikan kecukupan permodalan dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

(rir)