Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut perekonomian Indonesia kini menduduki peringkat ketujuh terbesar di dunia.
Mengulang apa yang sudah diutarakan Prabowo, Airlangga mengungkap pencapaian tersebut merujuk pada indikator paritas daya beli atau Purchasing Power Parity (PPP) yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
Ia membedakan tolok ukur tersebut dengan penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal berbasis dolar AS, di mana peringkat ekonomi Indonesia di G20 saat ini berada di urutan ke-16 atau ke-17.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita berdasarkan purchasing power parity memang sekitar nomor tujuh. Kalau berbasis kepada US Dollar GDP G20, kita kan nomor 16, nomor 17," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).
Airlangga juga menepis anggapan bahwa data tersebut tidak mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Ia mengatakan data tersebut sudah disesuaikan dengan daya beli dan kemampuan berbelanja masyarakat Indonesia.
"Ini kan purchasing power parity, jadi disesuaikan dengan daya beli daripada masyarakat dan kemampuan untuk belanja," ujar Airlangga.
Saat berpidato di Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10), Prabowo menuturkan bahwa capaian tersebut membuktikan betapa kuatnya potensi ekonomi serta inovasi dari para pelaku usaha akar rumput di dalam negeri.
"Baru saja IMF keluarkan daftar urutan ekonomi terbesar dunia dari PPP, berarti kemampuan daya beli nyata banyak negara, Indonesia ditempatkan di urutan ke-7 dunia," ujar Prabowo.
Prabowo mengapresiasi daya kreatif para pengusaha UMKM dan petani yang dinilainya menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi nasional.
"Urutan ke-7, we are strong! Saya tadi liat di gerai-gerai di depan, kemampuan pengusaha-pengusaha bukan pengusaha besar, mampu bikin telur yang dikeringkan, bisa bertahan belasan bulan, tinggal dikasih air, jadi telor lagi. Pengusaha petani kopi udah ekspor kopi-kopi bagus, kita punya benih kopi di rawa, gambut. We are strong! Rich!" tuturnya.
Kendati demikian, Prabowo mengingatkan tantangan utama pemerintah saat ini adalah memastikan kekayaan dan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lapisan bawah.