Bahlil Bidik PNBP Batu Bara Tembus Rp165 T Akhir 2026

TIM | CNN Indonesia
Sabtu, 24 Okt 2026 05:45 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih memiliki sekitar 11 ribu desa yang belum menikmati akses listrik.
Bahlil membidik penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari batu bara mencapai Rp165 triliun pada 2026. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari batu bara mencapai Rp165 triliun pada 2026.

Angka itu lebih tinggi dari target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp133,63 triliun dan ditujukan untuk membantu menutup defisit anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Target tersebut disampaikan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna. Dia melaporkan realisasi PNBP batu bara hingga Oktober 2026 telah mencapai Rp127,74 triliun atau 98,42 persen dari target APBN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan (Suahasil Nazara) dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM, itu kita akan mencapai Rp165 triliun," kata Bahlil dalam paparannya, Rabu (21/10).

Bahlil membandingkan realisasi tersebut dengan periode yang sama pada 2025, ketika penerimaan baru mencapai Rp94,98 triliun. Dengan target Rp165 triliun, penerimaan PNBP batu bara berpotensi melampaui target APBN lebih dari Rp30 triliun.

Bahlil yang juga menteri koordinator bidang hilirisasi dan transisi energi itu mengatakan kenaikan penerimaan negara terjadi meskipun volume ekspor batu bara mengalami penurunan.

Pada Januari-September 2025, volume ekspor batu bara mencapai 374 juta ton, sedangkan pada periode yang sama tahun ini turun menjadi 343 juta ton atau berkurang sekitar 30 juta ton.

Namun, nilai ekspor justru meningkat. Bahlil mencatat nilai ekspor batu bara pada Januari-September 2025 mencapai US$21 miliar, sementara pada periode yang sama 2026 naik menjadi US$23,71 miliar.

(asa)
placeholder