Danantara Rombak Total BUMN Tanpa Konsultan, 750 Perusahaan Ditutup

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 15:41 WIB
Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia mendorong percepatan transformasi PT PLN (Persero) melalui program perampingan struktur usaha. Hingga 2028, jumlah entitas usaha di lingkungan PLN Group ditargetkan berkurang dari 44 entitas menja
COO Danantara Dony Oskaria beber transformasi besar BUMN dilakukan tanpa konsultan, target penutupan 750 perusahaan dan konsolidasi 200 entitas di akhir 2026. (FOTO:Arsip Danantara).
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkap pihaknya tidak menggunakan jasa konsultan dalam menjalankan transformasi besar-besaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Transformasi menyeluruh tersebut dieksekusi melalui skema konsolidasi, merger, divestasi, hingga likuidasi perusahaan.

"Saya memimpin langsung proses transformasi ini sendiri setiap hari. Kami tidak menggunakan konsultan. Setidaknya saya memimpin 12 rapat setiap harinya hanya untuk mengawal proses ini satu per satu," ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dony mengklaim perombakan ini sebagai restrukturisasi perusahaan terbesar di dunia. Dari total 1.074 BUMN, kini Danantara telah menutup 364 perusahaan berskala kecil dan merugi dalam kurun waktu 18 bulan.

Dony menargetkan hingga akhir tahun ini, pihaknya akan menutup atau melikuidasi 750 perusahaan, termasuk 50 perusahaan di bawah naungan Telkom dan 124 anak usaha Pertamina.

Selain penutupan, Danantara juga melepas (divestasi) 208 perusahaan non-inti seperti anak usaha kontraktor BUMN Karya yang justru memiliki aset melenceng seperti hotel dan jaringan serat optik.

[Gambas:Youtube]

Restrukturisasi keuangan fundamental turut diterapkan pada 15 perusahaan bermasalah, termasuk Krakatau Steel, Kimia Farma, Garuda Indonesia, serta PT Adhi Karya dan PT PP.

Di sektor konsolidasi yang melibatkan sekitar 200 entitas, Danantara telah melebur tujuh perusahaan logistik (freight-forwarding) di bawah Pelindo.

Lalu, penyatuan 60 rumah sakit ke dalam Indonesia Healthcare Corporation (IHC) serta 72 aset hotel milik BUMN berhasil dikonsolidasikan di bawah naungan Injourney Hospitality (HIN).

Konsolidasi lima entitas manajemen investasi (Mandiri, BNI, BRI, dan PNM) juga telah melahirkan manajer aset terbesar di Indonesia dengan total dana kelolaan mencapai Rp190 triliun.

Di sektor kawasan industri, 23 entitas digabung menjadi satu pengelola dengan lahan seluas 16 ribu hektare yang diklaim sebagai terbesar di Asia Tenggara.

Ke depan, 16 perusahaan asuransi BUMN akan diciutkan menjadi hanya tiga entitas, yaitu asuransi jiwa, umum, dan kredit.

Sementara itu, perusahaan sekuritas akan dirampingkan menjadi dua entitas saja.

Dony menjelaskan perombakan model bisnis ini telah membuahkan hasil nyata, yaitu lonjakan laba bagi sejumlah BUMN per Agustus 2026.

Di antaranya, laba Semen Indonesia (SIG) meroket 427 persen, disusul Pupuk Indonesia 233 persen, Danareksa 110 persen, PTPN III 55 persen, dan Pertamina 48 persen.

(dhz/ins)