Menperin Ungkap Cara Industri RI Raup Cuan dari Dekarbonisasi

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji membidik industri nasional menjadi mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target 6 persen pada tahun 2027 mendatang.
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan pelaku industri di dalam negeri dapat meraup keuntungan dari program dekarbonisasi. (CNN Indonesia/ Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan pelaku industri di dalam negeri dapat meraup keuntungan dari program dekarbonisasi.

Sarmuji menilai hal tersebut karena langkah penurunan emisi karbon tidak harus selalu dipandang sebagai beban biaya atau cost center, melainkan berpotensi menjadi pusat keuntungan atau profit center.

Ia menjelaskan potensi tersebut terbukti dari penerapan teknologi carbon capture and utilization di sektor industri petrokimia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari proses penangkapan dan pemanfaatan karbon tersebut, industri tidak hanya berhasil memurnikan karbondioksida, tetapi juga menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomis berupa karbon ash.

"Ternyata setelah kita lihat carbon capture and utilization itu, itu bukan hanya menjadi industri hijau saja, bukan hanya memurnikan karbondioksida saja, tetapi memperoleh produk sampingan yaitu karbon ash yang tadi saya sempat singgung tadi itu, yang kalau kita kembangkan bisa memiliki nilai ekonomi," ujar Sarmuji dalam Special Interview CNN Indonesia TV, Senin (26/10).

Karena itu, Kemenperin terus meyakinkan para pelaku usaha di tanah air bahwa transisi menuju industri hijau dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Hal tersebut lantaran negara maju seperti Jepang juga telah mengadopsi teknologi serupa secara masif.

"Kita lagi meyakinkan ke industri-industri kita bahwa dekarbonisasi itu bukan selalu dipersepsikan sebagai unit cost atau cost center, tetapi bisa juga suatu saat menjadi profit center dan sudah ada buktinya," katanya.

Selain itu, Sarmuji mengatakan peluang keuntungan bagi industri hijau ini ke depan juga bisa dioptimalkan melalui mekanisme perdagangan karbon (carbon trading) jika aturan main serta perdagangan yang adil dengan negara-negara maju dapat berjalan dengan jelas.

"Kalau mekanismenya bisa kita perjelas, ada trading yang fair dengan negara-negara maju, insyaallah proses dekarbonisasi ini bisa lebih dikembangkan," pungkas Sarmuji.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)