Harga Singkong Petani Naik, Mentan Amran Segera Siapkan Ekspor Mocaf

Kementan | CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 13:27 WIB
Kementan
Foto: Arsip Kementan
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga singkong di tingkat petani mulai merangkak naik setelah pemerintah menghentikan impor komoditas tersebut. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut harga singkong yang sebelumnya anjlok hingga Rp700 per kilogram kini mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram.

Pemerintah selanjutnya menyiapkan ekspor singkong dalam bentuk produk olahan, yakni tepung mocaf (modified cassava flour), untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas pasar bagi komoditas pertanian dalam negeri.

Amran menyampaikan perkembangan tersebut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Jakarta, Senin (26/10). Rapat itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada informasi menarik, Pak Menko. Harga ubi singkong, setelah kita tutup impor, terima kasih Pak Mendag, harga di lapangan kemarin mencapai Rp3.000 per kilogram. Ini disambut gembira oleh petani singkong," ujar Amran kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Amran menjelaskan penghentian impor dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan mengenai anjloknya harga singkong yang merugikan petani. Persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto hingga pemerintah memutuskan mengambil langkah tegas untuk melindungi petani dalam negeri.

"Pak Menteri, umumkan hari ini. Mulai detik ini, hentikan impor dari negara lain," kata m Amran mengutip arahan Presiden Prabowo.

Menurut Amran, penghentian impor diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi hasil panen petani lokal untuk terserap pasar dengan harga yang lebih menguntungkan. Berkurangnya tekanan dari produk impor juga diharapkan memberikan kepastian usaha bagi petani sehingga mereka terdorong mempertahankan dan meningkatkan produksi.

Kenaikan harga singkong juga dilaporkan terjadi di Lampung, salah satu sentra produksi komoditas tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima Amran, harga singkong di daerah itu telah mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram.

Bahkan, saat berdialog dengan petani di Pringsewu, Minggu (25/10), Amran menerima laporan harga singkong di tingkat petani mencapai Rp3.050 per kilogram.

"Kesimpulannya, petani diuntungkan. Petani untung, mereka berproduksi," tegasnya.

Pemerintah kini berupaya melanjutkan perbaikan harga tersebut dengan membuka peluang ekspor. Amran mengatakan ekspor singkong dalam bentuk tepung mocaf diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat.

"Bahkan minggu depan, insyaallah, ekspor ke luar negeri. Dari yang sebelumnya banyak impor, dalam waktu singkat kita berharap bisa menjadi ekspor," ungkap Amran.

Mocaf merupakan tepung berbahan dasar singkong yang diolah melalui proses modifikasi karakteristik tepung sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Pengembangan produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual singkong dibandingkan jika hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi singkong nasional. Melalui pengolahan di dalam negeri, singkong berpeluang memiliki nilai tambah lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, serta akses ke pasar yang lebih luas.

Pengembangan industri mocaf juga berpotensi memperkuat hubungan antara petani, industri pengolahan, dan pasar ekspor. Namun, keberlanjutan usaha tersebut membutuhkan pasokan bahan baku yang terjaga, standar mutu produk yang sesuai, kapasitas produksi yang memadai, serta kepastian penyerapan hasil panen.

Jika industri pengolahan berkembang, permintaan terhadap singkong lokal diharapkan ikut meningkat. Kondisi itu berpotensi menciptakan pasar yang lebih stabil bagi petani, mendorong produktivitas, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di wilayah sentra produksi.

Dukungan terhadap perbaikan usaha tani juga disampaikan petani singkong di Lampung. Dalam dialog bersama Amran di Pringsewu, petani mengapresiasi kenaikan harga singkong, penurunan harga pupuk, serta peningkatan produksi.

"Terima kasih, Pak Prabowo, atas bantuan untuk petani singkong. Sekarang harga singkong Rp3.050. Pupuk turun, produksi meningkat, alhamdulillah. Terima kasih, Pak Menteri," ujar salah seorang petani.

Amran menegaskan kebijakan pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama melalui harga jual yang layak dan peluang pasar berkelanjutan. Harga yang lebih baik diharapkan menjadi insentif bagi petani untuk terus berproduksi sekaligus memperkuat kontribusi singkong terhadap perekonomian perdesaan.

Ke depan, pemerintah mendorong momentum kenaikan harga singkong dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat hilirisasi, dan memperluas akses pasar.

Pengembangan mocaf sebagai produk ekspor diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan nilai tambah singkong, memperkuat industri pengolahan dalam negeri, dan memperbesar manfaat ekonomi bagi petani.

(ory/ory)
placeholder