Microsoft Tawarkan Pensiun Dini ke 60 Ribu Pegawai demi Kembangkan AI

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 17:01 WIB
(FILES) A Microsoft logo is displayed at the MWC (Mobile World Congress) in Barcelona on March 2, 2022. A major outage wrought havoc on global computer systems on July 19, 2024, grounding flights in the United States, derailing television broadcasts
Microsoft menawarkan paket pesangon sukarela kepada 60 ribu karyawan untuk menekan biaya dan mendukung investasi AI. Program ini bersifat terbatas waktu. (FOTO:AFP/JOSEP LAGO).
Jakarta, CNN Indonesia --

Microsoft menawarkan paket pesangon sukarela kepada sekitar 60 ribu karyawan atau sekitar lebih dari seperempat total tenaga kerjanya di seluruh dunia.

Mengutip Reuters, langkah ini diambil raksasa teknologi tersebut untuk menekan biaya operasional sekaligus membantu membiayai investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa karyawan di seluruh divisi pembuat Windows berhak menerima tawaran tersebut. Adapun divisi yang termasuk meliputi pengalaman AI, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox, serta Windows + Devices.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, sumber tersebut menyebutkan bahwa unit-unit seperti pemasaran, bisnis komersial, dan keamanan tidak termasuk dalam program ini.

Chief People Officer Microsoft Amy Coleman menjelaskan bahwa kebijakan ini memberikan opsi baru bagi karyawan yang memenuhi syarat untuk melakukan transisi keluar perusahaan dengan dukungan penuh.

"Tawaran ini memberikan pilihan baru kepada karyawan yang memenuhi syarat dan mungkin sedang mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan untuk melakukan transisi tersebut," kata Coleman dalam memo kepada karyawan, Selasa (27/10).

[Gambas:Youtube]

Coleman menambahkan program ini juga memberikan kesempatan bagi organisasi yang berpartisipasi untuk menyesuaikan komposisi tenaga kerjanya dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah.

Kebijakan efisiensi ini dilakukan di tengah gelombang belanja modal masif yang dikeluarkan oleh industri teknologi global untuk membangun pusat data dan chip AI. Kondisi tersebut memicu sorotan dari para investor mengenai kepastian imbal hasil yang sebanding dengan biaya raksasa yang telah dikeluarkan.

Microsoft sendiri dijadwalkan melaporkan hasil keuangan kuartal pertama setelah pasar tutup pada Rabu (28/10). Perusahaan sebelumnya telah memperkirakan belanja modal mencapai US$175 miliar atau sekitar Rp3.177,12 triliun untuk tahun kalender 2026.

Berdasarkan laporan tahunannya, Microsoft memiliki 223 ribu karyawan tetap di seluruh dunia per 30 Juni 2026. Saham perusahaan yang telah mencatatkan kenaikan sekitar 10 persen sepanjang tahun ini, terpantau naik sekitar 1 persen pada perdagangan Senin (26/10).

Perusahaan menyatakan bahwa program pesangon sukarela ini bersifat terbatas waktu dan dikembangkan dari wawasan program pensiun sukarela sebelumnya.

"Penawaran ini akan tersedia bagi karyawan yang memenuhi syarat di tim-tim yang berpartisipasi di Kanada, India, Inggris, dan Amerika Serikat pada level 70 ke bawah," kata Microsoft pada Senin (26/10).

Langkah efisiensi ini melengkapi rangkaian restrukturisasi yang telah ditempuh Microsoft dalam beberapa waktu terakhir. Awal tahun ini, perusahaan sempat menawarkan program pembelian saham sukarela kepada sekitar 7 persen tenaga kerjanya di AS, atau mencakup sekitar 9.000 karyawan.

Selain itu, pada Juli lalu, Microsoft juga mengumumkan pemangkasan 4.800 posisi kerja atau sekitar 2,1 persen dari tenaga kerja globalnya. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari perombakan bisnis game Xbox dan pelepasan hingga lima studio sebagai upaya meningkatkan laba setelah bertahun-tahun melakukan investasi besar-besaran di divisi tersebut.

(fln/ins)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA