PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam, membukukan penjualan Rp3,52 triliun pada sembilan bulan pertama 2026.
Angka itu tumbuh 14,3 persen dibandingkan penjualan September 2025, yakni sebesar Rp3,08 triliun.
Hal itu berdasarkan Laporan Keuangan Interm per 30 September 2026 yang tak diaudit, yang disampaikan dalam keterbukaan informasi, Kamis (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meningkatnya penjualan JARR ditopang Fatty Acid Methyl Ester (FAME), yang menjadi kontributor terbesar penjualan JARR yang menyumbang Rp2,94 triliun atau setara 83,5 persen dari total penjualan. FAME merupakan bahan baku biodiesel.
Lihat Juga : |
Selanjutnya, crude glycerine menyumbang Rp273 miliar, Palm Fatty Acid Distilate (PFAD) Rp183,6 miliar, minyak goreng Rp64,7 miliar, dan palm kernel Rp62,6 miliar.
Berdasarkan data pelanggan, JARR menjual produknya kepada afiliasi sebesar Rp1,66 triliun dan kepada pihak ketiga sebesar Rp1,85 triliun.
Daftar pelanggan pihak ketiga JARR antara lain PT Pertamina Patra Niaga sekitar 29 persen atau Rp1,04 triliun, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sekitar 5 persen Rp187 miliar, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit 3 persen atau Rp115 miliar.
Melesatnya kinerja penjualan membuat laba bersih JARR melesat 55,8 persen secara tahunan, dari Rp224 miliar pada September 2025 menjadi Rp349 miliar di September 2026.
JARR merupakan satu dari dua emiten terafiliasi Haji Isam yang sahamnya dijadikan agunan kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) oleh induk usaha masing-masing. Emiten lainnya adalah PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
Saat itu, aksi gadai saham dilakukan di tengah rencana Haji Isam mencaplok saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Jhonlin Baratama.
Bank Mandiri pun memberikan plafon fasilitas kredit Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama.
(pta/sfr)