Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny dilakukan setelah tragedi ambruknya gedung tiga lantai pesantren tersebut pada September 2025.
"Fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pembentukan sumber daya manusia," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas yang dibangun mencakup gedung asrama santri dan ruang pendidikan setinggi lima lantai serta masjid empat lantai.
Lihat Juga : |
Ponpes tersebut mengintegrasikan kebutuhan tempat tinggal, kegiatan belajar mengajar, dan pembinaan spiritual santri dalam satu lingkungan pesantren.
Secara keseluruhan, gedung pesantren dirancang untuk menampung hingga 929 orang, terdiri atas santri jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah, serta para ustaz.
Sementara itu, ruang belajar mengajar disiapkan dengan kapasitas total 792 orang untuk mendukung kegiatan pendidikan secara lebih optimal.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur Gusti Agung Ari Wibowo menjelaskan di ponpes ini juga dibangun masjid empat lantai.
Lihat Juga : |
Masjid tersebut dirancang memiliki kapasitas total 1.160 jamaah, dengan rincian lantai pertama sebanyak 302 jamaah dan lantai kedua hingga keempat masing-masing sebanyak 286 jamaah.
"Kapasitas ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan bagi warga pesantren," ujar Ari.
Ari mengatakan dari sisi keandalan bangunan, pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny didukung dokumen Detail Engineering Design (DED) yang mencakup perencanaan struktur fondasi, termasuk tiang pancang dan pile cap, struktur atas, arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (mechanical, electrical, and plumbing/MEP).
Ruang lingkup pekerjaan meliputi penyiapan lahan, pemasangan tiang pancang, pengecoran fondasi dan pile cap, pembangunan struktur atas, pekerjaan arsitektur, pemasangan sistem MEP, hingga pengujian dan commissioning.
"Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bangunan memenuhi persyaratan teknis dan kelayakan sebelum dimanfaatkan," ujar Ari.
Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny dilaksanakan di atas lahan seluas 4.100 meter persegi.
Pekerjaan konstruksi dimulai pada Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir dengan progres konstruksi yang telah mencapai 98,77 persen.
Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada Desember 2026, sehingga fasilitas pendidikan, asrama, dan masjid yang dibangun dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
(dhz/sfr)