Singapura Buka Suara soal Tuduhan Ekspor LNG

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 09:09 WIB
Kota Singapura
Kementerian Energi Singapura klarifikasi pernyataan Indonesia tentang LNG. Mereka tegaskan kargo LNG langsung dikirim tanpa melewati Singapura. Ilustrasi (tpsdave/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi, Pedagangan dan Industri (METI) Singapura memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Bahlil Lahadalia yang menyebutkan sebagian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dikirim dari Indonesia ke Singapura kemudian dijual kembali ke negara lain.

METI menegaskan bahwa kargo LNG yang diperdagangkan oleh perusahaan-perusahaan berbasis di Singapura umumnya langsung dikirim dari negara asal ke negara tujuan tanpa melalui wilayah Singapura.

Kementerian Singapura itu menjelaskan bahwa lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di Singapura membeli, memasarkan, dan memperdagangkan LNG dari berbagai pasar global, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun sumber utama pasokan perusahaan-perusahaan tersebut juga mencakup Amerika Serikat (AS), Australia, dan Malaysia.

"Meskipun pedagang yang berbasis di Singapura mengambil keputusan komersial terkait kargo tersebut, kargo LNG yang sebenarnya biasanya bergerak langsung dari negara asal ke negara tujuan dan tidak melewati Singapura secara fisik," ujar pihak METI kepada Channel News Asia (CNA) dilansir Senin (2/11).

"Gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui pipa ditujukan untuk penggunaan domestik, bukan untuk diekspor," tambah kementerian. 

Pernyataan METI merespons keterangan Bahlil yang menyebutkan Indonesia telah mengapalkan sekitar 148 kargo LNG ke Singapura. Bahlil menyampaikan dugaan bahwa sebagian dari kargo tersebut kemungkinan dijual kembali oleh pihak Singapura ke negara lain, sementara sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik Singapura.

Namun, METI memastikan dalam laporan media lokal Jakarta Globe dan Antara, Bahlil tidak merinci periode pengiriman tersebut maupun menyediakan bukti spesifik terkait pengapalan yang diduga dijual kembali.

[Gambas:Youtube]

Sebelumnya, Indonesia mulai memangkas ekspor gas alam melalui pipa ke Singapura pada 24 Oktober, dengan pasokan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyatakan bahwa pengurangan tersebut berjumlah sekitar 17 miliar British thermal unit per hari selama 18 hari, yang mencakup kurang dari 2 persen dari permintaan gas harian Singapura.

Perdana Menteri Lawrence Wong pada 25 Oktober mengatakan bahwa Singapura mengharapkan semua pihak untuk menghormati komitmen mereka dalam kontrak komersial.

Sementara itu, Bahlil memastikan bahwa pengurangan tersebut masih berada dalam batas pasokan minimum yang ditetapkan dalam perjanjian yang berlaku. Dia mengatakan Indonesia tidak melanggar kewajiban kontraktualnya.

(ins)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA