Alasan Wamenlu AS Bertemu Danantara di Jakarta

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 07:57 WIB
Danantara menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI).
Wakil Menlu AS Jacob Helberg kunjungi Jakarta untuk membahas kesepakatan komersial di sektor energi dan teknologi, memperkuat hubungan ekonomi AS-Indonesia. (FOTO:Dok. Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Ekonomi JacobHelberg bertemu CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dalam kunjungannya ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Alasan kunjungan Helberg pada Jumat (30/10) sebagai bagian dari rangkaian kunjungan regional yang juga mencakup Singapura dan Jepang. Di Jakarta, Wamenlu AS tak hanya bertemu CEO Danantara, melainkan juga Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

"(Kunjungan) untuk membahas upaya memajukan kesepakatan komersial AS di sektor energi serta teknologi informasi dan komunikasi dengan nilai lebih dari US$2 miliar yang mendukung ketahanan energi, pertumbuhan industri, dan konektivitas tepercaya bagi Amerika Serikat maupun Indonesia," tulis Kedutaan Besar AS dan Konsulat untuk Indonesia di website resminya, Senin (2/11),

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Helberg juga bertemu Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Budisatrio Djiwandono untuk membahas upaya memajukan hubungan ekonomi AS-Indonesia, serta memperluas perdagangan dan investasi bilateral.

Dalam jamuan makan malam bersama Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, dan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Wamenlu AS juga menjajaki peluang untuk memperluas kerja sama AS-Indonesia di bidang teknologi, ekonomi digital, dan pengembangan industri, serta membangun rantai pasok yang aman.

"Kunjungan ini menunjukkan kuatnya Kemitraan Strategis Komprehensif AS-Indonesia serta komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan teknologi," tulis keterangan resmi tersebit.

Selanjutnya, Amerika Serikat berharap dapat menindaklanjuti diskusi-diskusi ini guna menciptakan peluang baru bagi dunia usaha Amerika maupun Indonesia, serta memperkuat rantai pasok yang aman dan tangguh di seluruh kawasan Indo-Pasifik.

[Gambas:Youtube]

(ins)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA