Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun Lewat Empat Segmen Bisnis Utama

Telkom | CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 11:25 WIB
Telkom
(Foto: Arsip Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kuartal III 2026 dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun atau tumbuh 3,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), yang didorong oleh kenaikan bisnis Data, Internet & IT Services 8,3 persen YoY menjadi Rp71,5 triliun.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA tercatat sebesar Rp55,5 triliun atau naik 2,0 persen YoY, dengan margin EBITDA sebesar 48,9 persen. Laba bersih pada periode ini tercatat sebesar Rp14,4 triliun dengan margin laba bersih 12,7 persen.

Sementara itu, laba bersih normalisasi perseroan meningkat 3,9 persen YoY menjadi Rp16,5 triliun dengan margin 14,6 persen. Seluruh capaian ini berhasil diraih Telkom dengan melanjutkan eksekusi transformasi TLKM 30.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno menyampaikan bahwa TLKM 30 berfokus pada penguatan bisnis inti dan pelaksanaan transformasi yang memberikan manfaat nyata.

Ia menjelaskan, Perseroan melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal. Hal ini dinilai sebagai peluang bagi TelkomGroup untuk mengembangkan bisnis, serta meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki.

"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami terus menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang industri digital ke depan," ujar Nanang.

Telkom(Foto: Arsip Telkom)

Empat Segmen Bisnis Utama Catatkan Kinerja Positif

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen YoY. Adapun di Telkomsel, pendapatan tercatat sebesar Rp82,9 triliun atau naik 1,8 persen YoY, yang ditopang oleh bisnis digital dengan kenaikan 7,7 persen YoY menjadi Rp60,7 triliun.

Capaian ini didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penerapan strategi komersial yang disiplin. Hasilnya, ARPU seluler Telkomsel naik 7,1 persen YoY menjadi Rp45.400, disertai peningkatan data yield sebesar 6,5 persen YoY.

Sementara itu, di tengah penataan basis pelanggan, pendapatan bisnis IndiHome tercatat Rp19,1 triliun. Sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan; jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2 persen QoQ (Quarter-on-Quarter) menjadi 9,63 juta di kuartal III 2026, dengan ARPU naik 3,2 persen QoQ menjadi Rp217.700.

Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan naik 5,5 persen YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung oleh layanan data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup. Mitratel mencatatkan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8 persen YoY, dengan EBITDA Rp5,81 triliun dan laba bersih Rp1,55 triliun.

Sejalan dengan pengembangan infrastruktur digital, NeutraDC membukukan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun hingga September 2026 atau melesat 17 persen YoY, dengan EBITDA meningkat 35 persen YoY dan margin EBITDA mencapai 40,9 persen. Kenaikan ini didukung kontribusi data center di Singapura dan Cikarang seiring peningkatan kebutuhan komputasi AI.

Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW) dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW). Dalam prosesnya, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis untuk memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Pada segmen B2B ICT, pendapatan dibukukan sebesar Rp11,2 triliun, meningkat 3,1 persen YoY, dengan segmen SME naik 10,2 persen YoY menjadi Rp3,3 triliun didorong pertambahan pelanggan Indibiz menjadi 771,1 ribu pelanggan.

Kinerja segmen International turut mencatatkan tren positif dengan pendapatan meningkat 5,8 persen YoY menjadi Rp8,9 triliun, didukung pendapatan jaringan yang naik 50,2 persen YoY menjadi Rp1,37 triliun. Di sisi infrastruktur, Telin terus memperluas konektivitas kabel laut, termasuk proyek ICE 1 di Batam dan INSICA yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.

"Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia agar memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global," tambah Nanang.

Telkom(Foto: Arsip Telkom)

Streamlining Jadi Prioritas, TelkomGroup Percepat Eksekusi Transformasi TLKM 30

Telkom menjalankan transformasi melalui inisiatif strategis TLKM 30 dengan empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift. Program ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, serta mengoptimalkan nilai aset.

Dalam pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup menjaga ketat pengelolaan biaya dan arus kas. Kinerja arus kas tetap terjaga di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) guna mendorong struktur organisasi yang lebih efektif dan produktif.

Pada pilar Streamlining, hingga kuartal III 2026 Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas, mencakup divestasi 3, penutupan 9, serta penggabungan 2 entitas. Dari sisi investasi, realisasi capex mencapai Rp15,7 triliun, dengan 94,3 persen dialokasikan ke B2C dan B2B Infrastructure).

"Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile," ujar Nanang.

Salah satu tonggak penting agenda Unlock Value adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026. Lebih dari 90 persen aset jaringan dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model carrier-neutral dan open-access.

"Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima seiring upaya kami menghadirkan customer experience terbaik bagi pelanggan dan masyarakat," tutup Nanang.

(rea/rir)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA