Mayapada Healthcare resmi memulai pembangunan Tower 2 Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking).
Melalui ekspansi ini, Mayapada Healthcare meningkatkan kapasitas, serta memperkuat fasilitas dan layanan unggulan MHSB. Layanan tersebut mencakup Oncology Center, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC), hingga Orthopedic Center, yang diperkuat kecanggihan teknologi medis terintegrasi.
Seremoni groundbreaking dipimpin oleh Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, bersama Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, serta Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua. Acara ini juga dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Anna Fajriatin yang mewakili Wali Kota Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menyampaikan bahwa penguatan layanan ini menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
"Fokus kami jelas, clinical outcomes dan patient experience. Setelah menghadirkan berbagai inovasi layanan di sepanjang tahun 2026, kini kami memulai pembangunan Tower 2. Ekspansi ini bukan sekadar penambahan gedung, tetapi investasi untuk meningkatkan kualitas layanan medis dan memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia," ujar Jonathan.
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menjelaskan bahwa ekspansi ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan pesat Mayapada Hospital Surabaya, khususnya melalui berbagai layanan unggulannya.
Kehadiran Tower 2 yang terdiri dari 9 lantai dirancang terintegrasi dengan Tower 1 agar Oncology Center, SITPEC, dan Orthopedic Center menjadi semakin komprehensif.
Oncology Center akan dilengkapi dengan layanan kedokteran nuklir dan teranostik, didukung teknologi diagnostik seperti Digital PET-CT Scan dan SPECT Scan, serta fasilitas Ruang Isolasi Radioaktif (RIRA) guna mendukung keamanan terapi radioaktif.
Pengembangan layanan juga mencakup penanganan kasus kanker kompleks melalui transplantasi sumsum tulang (Bone Marrow Transplant/BMT).
Sementara itu, SITPEC dan Orthopedic Center akan menjadi ekosistem sports medicine dan ortopedi terintegrasi, dengan fasilitas lengkap untuk mendukung penanganan cedera, tindakan advanced berbantuan robot, rehabilitasi, hingga peningkatan performa fisik bagi atlet, sport enthusiast, dan masyarakat umum.
"Melalui pengembangan ini, kami menghadirkan layanan medis advanced yang semakin dekat bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur," tutur Navin.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua, menilai peningkatan kepercayaan masyarakat Jawa Timur kepada MHSB sebagai motivasi untuk terus memperluas kapasitas dan meningkatkan kapabilitas medis dalam menangani berbagai kasus, termasuk kasus kompleks.
Sejak beroperasi pada 2021, Mayapada Hospital Surabaya mencatat lebih dari satu juta kunjungan pasien, dengan penanganan terhadap lebih dari 15.000 kasus jantung, 14.000 kasus ortopedi, 3.000 kasus kanker, serta 2.000 kasus saraf dan otak.
Menurut dr. Bona, kepercayaan terhadap MHSB juga bertumbuh dari berbagai mitra perusahaan, asuransi, organisasi, hingga klub olahraga seperti Persebaya Surabaya melalui ekosistem sports medicine yang disediakan layanan SITPEC.
"Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kompetensi tim medis, menerapkan standar internasional, dan menghadirkan teknologi canggih dalam menangani kasus kompleks. Kami siap menghadirkan layanan yang semakin komprehensif dan personal bagi pasien," kata dr. Bona.
Berbarengan dengan ekspansi fisik tersebut, Mayapada Hospital Surabaya juga memperkuat berbagai inovasi layanan penunjang. Salah satunya lewat penggunaan teknologi VELYS™ Robotic-Assisted Solution di Orthopedic Center.
Teknologi ini dimanfaatkan pada operasi penggantian sendi lutut, yang dijalankan dengan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk pemulihan lebih cepat.
Kekuatan MHSB lainnya datang dari kolaborasi tim dokter multidisiplin melalui Tumor Board di Oncology Center dan Cardiac Board di Heart & Vascular Center.
MHSB juga konsisten mengedepankan pelayanan yang berfokus terhadap kebutuhan dan kondisi setiap pasien (patient-centered care). Pendekatan ini diwujudkan melalui Patient Navigator di Oncology Center dan Cardiac Advisor di Heart & Vascular Center, yang mendampingi pasien dan keluarga dalam memperoleh informasi serta mengoordinasikan layanan sepanjang durasi perawatan.
Adapun pada layanan saraf dan otak, World Stroke Organization (WSO) telah mengakui MHSB sebagai stroke ready hospital. Pengakuan ini menegaskan kesiapan Mayapada Hospital Surabaya dalam menangani kasus stroke dengan protokol internasional.
Selain itu, MHSB turut menghadirkan Automated Vertical Parking, yakni gedung parkir vertikal otomatis pertama di Indonesia Timur, untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan pasien selama berobat.
Pemerintah Kota Surabaya menyatakan apresiasi atas ekspansi Mayapada Hospital Surabaya. Asisten Administrasi Umum Anna Fajriatin menilai pengembangan fasilitas kesehatan ini penting dalam mendukung posisi Surabaya sebagai pusat rujukan medis.
"Pengembangan Mayapada Hospital Surabaya memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Surabaya. Kehadiran layanan medis yang semakin lengkap diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, sekaligus mendukung Surabaya sebagai kota tujuan rujukan layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur," pungkas Anna.
(rea/rir)