Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan akan membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) hasil impor di sejumlah wilayah Sumatera.
Rencana strategis tersebut dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11).
Menurutnya, fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung minyak mentah hasil impor sehingga Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih memadai dan diarahkan untuk mendukung ketersediaan stok hingga 60 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," ujar Bahlil usai rapat.
Lihat Juga : |
Menurutnya, studi kelayakan pembangunan fasilitas tersebut telah rampung. Pemerintah selanjutnya akan melakukan peninjauan lokasi mulai akhir tahun ini, dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, dan mitigasi risiko bencana.
"Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storagei tu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan," imbuhnya.
Selain memperkuat infrastruktur penyimpanan minyak, pemerintah juga terus mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan bioetanol.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo turut menanyakan kesiapan implementasi bioetanol E20. Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana strategis pengembangan bioetanol secara bertahap, mulai dari E20 hingga E50.
Pengembangan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, khususnya antara Kementerian ESDM dan Kementerian Pertanian dalam memastikan kesiapan bahan baku dari sektor hulu.
"E20 sampai dengan E50 dan kami sudah menyiapkan renstranya. Saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan dengan ESDM," ujarnya.
Di sisi lain, Bahlil memastikan implementasi program mandatori biodiesel B50 tetap berlanjut.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pemanfaatan sumber energi domestik, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional.
(pta)