Hadapi Paceklik, Pemerintah Salurkan 30 Kg Beras ke 33,2 Juta Keluarga

Kemenko Pangan | CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 18:45 WIB
Foto: Kemenko Pangan
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan total 30 kilogram beras guna membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah potensi musim paceklik.

Selain menyalurkan bantuan beras, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan dan merespons keluhan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan harga bahan pangan tetap terjangkau.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung memantau percepatan penyaluran bantuan di tiga wilayah Sumatera pada 3-4 November 2026. Pemantauan dilakukan di Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang; Kelurahan Baloi Permai, Kota Batam; serta Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.

Secara nasional, pemerintah menyiapkan hampir 1 juta ton beras untuk disalurkan kepada keluarga penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4. Masing-masing keluarga memperoleh 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk kebutuhan selama tiga bulan. Bantuan tersebut disalurkan sekaligus.

"Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat kelompok desil 1 hingga 4 sebagai instrumen perlindungan sosial agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga di musim paceklik," ujar Menko Pangan.

Bantuan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Murni (49), salah satu penerima bantuan di Palembang, mengaku bersyukur mendapatkan 30 kilogram beras. Menurut dia, jumlah tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya yang menghabiskan sekitar 20 kilogram beras setiap bulan.

"Alhamdulillah, dapat bantuan beras 30 kilogram. Bisa untuk kebutuhan bulan ini dan sisanya untuk bulan berikutnya. Terima kasih, bantuan ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga," ungkap Murni.

Hal serupa disampaikan Lia (32), penerima bantuan lainnya di Palembang. Ia mengaku terbantu dengan program tersebut dan menilai beras yang diterimanya memiliki kualitas baik serta layak dikonsumsi.

Sementara itu, Marina (40) berharap program bantuan pangan dapat terus dilanjutkan. Menurut dia, bantuan beras dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Apresiasi juga disampaikan seorang ibu penerima bantuan di Batam. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan beras yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan.

"Terima kasih, Pak Presiden. Kami menerima bantuan untuk Oktober, November, dan Desember sebanyak 30 kilogram. Bantuan ini sangat membantu kami, masyarakat yang sangat membutuhkan," ujarnya.

Program penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan tindak lanjut Direktif Presiden melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-182/M/SDK/KI.00/09/2026 tertanggal 29 September 2026. Melalui arahan tersebut, Presiden meminta agar penyaluran bantuan pangan kembali dilaksanakan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengantisipasi tekanan harga pangan selama musim paceklik sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait keterjangkauan bahan pokok.

Langkah pertama adalah menyalurkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp12.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau.

Langkah kedua dilakukan melalui pelelangan sekitar 380 ribu ton beras BULOG yang telah berusia lebih dari satu tahun dengan harga Rp11.000 per kilogram. Beras tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah produk yang dapat dihasilkan dari beras tersebut antara lain tepung, kue, dan bihun. Pemanfaatannya tetap harus memperhatikan persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai dengan peruntukannya.

Adapun langkah ketiga adalah melepas stok jagung BULOG sebanyak 150 ribu ton dengan harga Rp5.500 per kilogram. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu peternak mikro, kecil, dan menengah mendapatkan bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau.

Menko Pangan menegaskan pemerintah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar penyaluran bantuan pangan dan program stabilisasi harga dapat berjalan efektif serta tepat sasaran.

Pemerintah juga memastikan akan terus mengantisipasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi ketersediaan dan harga pangan. Perhatian khusus diberikan terhadap keluhan masyarakat, terutama kelompok rentan dan keluarga yang membutuhkan, agar kebutuhan pangan pokok tetap terpenuhi selama periode paceklik.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK