Investor Pasar Modal RI Tembus 33,55 Juta, Tambah 1,38 Juta Sebulan

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 04:45 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan sidak ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Kunjungan dilakukan di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pagi ini masih tertekan. (CNN Indonesia/Adi ibrahim)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 33,55 juta pada Oktober 2026. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adi ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 33,55 juta pada Oktober 2026. Jumlah tersebut bertambah 1,38 juta investor hanya dalam satu bulan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan jumlah investor tersebut tumbuh 64,75 persen sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd).

"Penambahan investor tercatat sebanyak 1,38 juta di Oktober 2026 secara month-to-month (mtm), sehingga total investor telah mencapai angka 33,55 juta atau tumbuh signifikan 64,75 persen secara ytd," kata Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Kamis (5/11/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan jumlah investor tersebut terjadi di tengah tekanan pasar saham domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 16,7 persen secara bulanan pada Oktober 2026. Pada periode yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp16,88 triliun.

Hasan mengatakan dinamika pasar modal domestik turut dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia.

"Pengumuman MSCI atas proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia turut memengaruhi dinamika pergerakan pasar modal dalam negeri pada periode laporan. IHSG ditutup di level 5.057,05 per akhir Oktober 2026 atau terkoreksi 16,7 persen secara mtm, dengan investor asing membukukan net sell Rp16,88 triliun," tuturnya.

Meski demikian, aktivitas perdagangan saham justru meningkat. OJK mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Oktober 2026 mencapai Rp16,31 triliun, naik dibandingkan September 2026 yang sebesar Rp14,94 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)
LIHAT SELENGKAPNYA