Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$146,8 M pada Oktober 2026

CNN Indonesia
Jumat, 06 Nov 2026 13:04 WIB
Warga menukarkan uang di Money Changer, Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cedev) Indonesia mencapai US$146,8 miliar pada akhir Oktober 2026. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai US$146,8 miliar pada akhir Oktober 2026.

Angka tersebut meningkat US$500 juta dibandingkan posisi akhir September 2026 yang sebesar US$146,3 miliar.

Bank sentral menyebut perkembangan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan itu terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI.

"Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," tulis BI dalam keterangan resminya, Jumat (6/11).

Kebijakan stabilisasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Bank sentral juga memastikan posisi cadangan devisa pada akhir Oktober setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor.

Sementara itu, jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan devisa tersebut setara dengan 5,2 bulan impor.

Posisi tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar bank sentral.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal tersebut didukung posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing.

Lebih lanjut, BI menilai aliran modal asing berpotensi berlanjut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tulis BI.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)
LIHAT SELENGKAPNYA