Calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tak perlu khawatir soal layanan kesehatan di Arab Saudi. Fasilitas kesehatan untuk jemaah haji asal Indonesia dilaporkan sudah cukup baik. Ada beberapa poliklinik kecil, serta terdapat pula RS Indonesia.
Meski begitu, dokter-dokter masih mengalami kendala-kendala seperti jauhnya lokasi penginapan dengan lapangan bertugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter yang berpraktik di RSCM ini menganjurkan calon jemaah haji untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera menghubungi petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak berlarut.
“Perlu diingat karena kontak satu jemaah dengan jemaah lain cukup dekat, maka jika ada salah satu jemaah yang mengalami flu, berupa batuk pilek, akan mudah menularkan kepada yang lain,” kata Ari.
Sesama jemaah haji juga diminta untuk selalu mengingatkan apabila ada anggota kelompoknya yang sakit agar menghubungi petugas kesehatan yang memang seharusnya ada di kloter tersebut.
Para calon jemaah yang akan berangkat, sebaiknya terus menjaga kesehatan dan tetap melakukan olah raga rutin, karena ibadah haji yang akan dilakukan nantinya sebagian besar mengandalkan fisik dan mental.
Bagi calon jemaah yang menderita penyakit kronis, jangan lupa untuk membawa obat-obat yang memang harus dikonsumsi rutin, serta obat-obatan sederhana seperti obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, dan obat anti mual muntah.