Oktoberfest

Tak Boleh Minum Bir Sebelum Umur 21 Tahun

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Jumat, 31/10/2014 12:10 WIB
Tak Boleh Minum Bir Sebelum Umur 21 Tahun Peringatan 21+ zone untuk minuman alkohol di Family Mart Bulungan, Jakarta (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karena mengandung alkohol, tidak sembarang orang boleh mengonsumsi bir. Aturan ini telah berlaku di Amerika Serikat. Di dalam negeri, pemerintah pun telah memperketat aturan peredaran minuman beralkohol, termasuk batasan usia konsumennya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) bernomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.

Permendag yang berlaku efektif sejak 11 April 2014 itu mengatur soal penjualan minuman beralkohol yang langsung minum di tempat hanya dijual di hotel, bar, dan tempat tertentu yang ditetapkan bupati/walikota dan gubernur. Selain itu, penjualan minuman beralkohol secara eceran hanya dapat dijual oleh pengecer di toko bebas bea, dan tempat tertentu yang diatur oleh bupati/walikota dan gubernur.

Minuman beralkohol golongan A (kadar maksimal 5 persen) seperti bir, dapat dijual di toko pengecer seperti minimarket, supermarket, hipermarket. Namun pihak pengecer harus memiliki luas lantai penjualan minimal 12 meter persegi. Tak sembarang toko bisa menjadi pengecer minuman beralkohol karena ada aturan ketat yang berlaku.

Dalam Permendag tersebut juga dijelaskan penjualan minuman beralkohol golongan A hanya dapat diberikan kepada konsumen yang telah berusia 21 tahun atau lebih dengan menunjukkan kartu identitas (KTP) kepada petugas atau pramuniaga.

Pengecer pun tidak boleh menempatkan produk minuman beralkohol bercampur dengan produk lain alias menyediakan tempat khusus. Tak hanya itu, pengecer wajib melarang pembeli minuman beralkohol meminum langsung di lokasi penjualan.

Bahaya minum alkohol sebelum usia 21

Tentu ada alasan sebuah aturan dibuat. Secara kesehatan, minum alkohol di usia muda efeknya lebih berbahaya dibanding efek alkohol pada orang dewasa.

Di Amerika Serikat, minum alkohol terlalu banyak merupakan penyebab utama kematian akibat cedera di kalangan anak muda. Alkohol berkontribusi terhadap kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor, kasus pembunuhan, bunuh diri, dan cedera lain seperti jatuh, luka bakar, dan tenggelam.

Minum alkohol di usia muda juga banyak dapat membahayakan perkembangan otak. Alasannya, karena otak terus berkembang dari lahir sampai masa remaja, dan pertengahan usia 20-an.

Korteks prefrontal, yang terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, tidak sepenuhnya matang sampai setelah masa remaja. Karena itu, mengonsumsi alkohol dapat membahayakan kemampuan remaja untuk berpikir dan menimbang pilihan. Efek alkohol beragam, mulai dari mabuk sampai mati karena keracunan alkohol.

Konsumsi alkohol juga berperan dalam aktivitas seksual berisiko. Orang yang tengah berada di bawah pengaruh alkohol cenderung melakukan aktivitas seksual berisiko tanpa sadar. Perilaku ini dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan remaja dan penyakit menular seksual, termasuk HIV-AIDS.

Bahaya alkohol untuk kesehatan

Secara umum, alkohol menjadi biang keladi beberapa masalah kesehatan. Seperti dilansir dari Mayo Clinic, berikut penyakit yang disebabkan karena konsumsi alkohol berlebihan:

1. Penyakit hati
Minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan hepatitis alkoholik atau peradangan hati. Setelah bertahun-tahun minum alkohol, hepatitis dapat menyebabkan kerusakan permanen dan jaringan parut dari jaringan hati (sirosis).

2. Masalah pencernaan
Minum alkohol berlebihan dapat mengakibatkan radang selaput perut (gastritis). Alkohol juga dapat mengganggu penyerapan vitamin B dan nutrisi lainnya. Selain itu. alkohol dapat merusak pankreas - yang menghasilkan hormon pengatur metabolisme dan enzim yang membantu pencernaan - dan menyebabkan peradangan pada pankreas (pankreatitis).

3. Masalah jantung
Minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko gangguan jantung, gagal jantung, atau stroke.

4. Komplikasi diabetes
Alkohol mengganggu pelepasan glukosa dari hati dan dapat meningkatkan risiko gula darah rendah (hipoglikemia). Ini berbahaya jika Anda memiliki diabetes dan sudah menggunakan suntik insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

5. Fungsi seksual
Minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. Pada wanita, dapat mengganggu menstruasi.

6. Masalah mata
Seiring waktu, minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan gerakan tak terkontrol mata (nistagmus), serta kelemahan dan kelumpuhan otot mata karena kekurangan vitamin B-1 (tiamin).

7. Keropos tulang
Alkohol dapat mengganggu produksi tulang baru. Hal ini dapat menyebabkan penipisan tulang (osteoporosis) dan peningkatan risiko patah tulang.

8. Komplikasi neurologis
Minum alkohol berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf, menyebabkan mati rasa, rasa sakit di tangan dan kaki, demensia, dan kehilangan memori jangka pendek.

9. Sistem kekebalan tubuh lemah
Penggunaan alkohol berlebihan dapat membuat tubuh lebih sulit untuk melawan penyakit, membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit.

10. Peningkatan risiko kanker
Penggunaan alkohol jangka panjang telah dikaitkan dengan risiko kanker, termasuk kanker mulut, tenggorokan, hati, usus besar, dan kanker payudara. Bahkan minum alkohol moderat dapat meningkatkan risiko kanker payudara.