Barang pilihan si lajang cenderung simpel. Yang penting, bisa memenuhi kebutuhan pribadi. Sisi baiknya: hal ini memudahkan produsen membidik target konsumennya. Di Korea Selatan khususnya, sejumlah produsen berlomba menciptakan produk yang kreatif dan pas bagi para golden singles, dari mesin cuci sampai makanan dalam kemasan.
Pada Agustus lalu, Samsung Electronics meluncurkan kulkas Slim Style yang lebih “jangkung” dibanding kulkas umumnya, demi menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup si lajang. LG Electronics dan Dongbu Daewoo Electronics Corp juga menciptakan mesin cuci bervolume kecil, robot pengisap debu dan portable TV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami memproduksi makanan dalam kemasan khusus bagi para lajang, terutama pekerja dan mahasiswa. Kami juga membuka tiga kelas memasak bagi mereka. Penjualan di beberapa toko menunjukkan peningkatan secara signifikan,” kata Lee Su-min, brand manager.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Jeong Seong-hoon, analis senior di Kyobo Securities. “Selagi barang-barang lain di Korea Selatan mengalami kemerosotan, pasar bagi para lajang justru mengalami peningkatan, terutama pasar makanan kalengan, yang meningkat 15 persen, sementara pasar konsumen domestik cuma lima persen. Kami harap makin meningkat pada tahun-tahun mendatang.”
Menurut Statistics Korea, peranti khusus lajang di Korea Selatan meningkat 25,3 persen pada 2012, dan bakal melonjak 34,3 persen pada 2035. The Korea Institute for Industrial Economics and Trade berharap, penjualan peranti khusus lajang meningkat US$ 113 miliar pada 2020, berlipat ganda dibanding 2010.