Cotton drops merupakan minuman teh atau susu dengan berbagai rasa, di mana di atasnya terdapat cotton candy, atau dikenal sebagai gulali oleh sebagian orang. Cotton drops dijual di Gading Walk, Jakarta Utara. Minuman ini merupakan hasil kreasi dua bersaudara Alexander Joe dan Felix Timotius.
Ada tiga varian rasa utama yang disajikan, yaitu flavour tea, milky fruit, dan latte. Flavour tea dan milky fruit terdiri dari berbagai rasa buah, seperti blueberry, mangga, jeruk, leci, dan lainnya. Sementara, latte terdiri dari rasa greentea, cokelat, serta kopi. Harganya mulai dari Rp 26 ribu sampai Rp 33 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alexander Joe dan Felix Timotius, kakak beradik pendiri minuman Cotton Drops (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari) |
Beberapa orang memakan habis gulalinya terlebih dahulu, sebagian lainnya memilih menyantap gulali sambil meminum isinya. "Kalau dibiarkan, gulalinya akan mencair dan menetes menyerupai hujan. Makanya kami namakan cotton drops," kata Felix menjelaskan.
Diterangkan oleh pramusaji, greentea merupakan salah satu pilihan yang paling diminati. Bila Anda penggemar greentea dan susu, mungkin bisa mencoba rasa ini karena rasa susunya sangat terasa.
Felix mengatakan dirinya mampu bersaing dengan gerai minuman lainnya dengan menonjolkan bahan bakunya yang tanpa bahan pengawet. "Makanya kalau dibawa pulang, harus ditaruh kulkas dan hanya tahan satu sampai dua hari," katanya.
Selain minuman, gerai ini juga menyediakan kue yang ditampilkan menyerupai pot tanaman. Makanan penutup yang dinamai sweet pot ini dihargai Rp 35 ribu dan terdiri dari tiga rasa, yaitu stroberi, greentea, dan coffee nut.
Gerai ini berbentuk trailer dan belum banyak kursi yang tersedia untuk melayani pembelinya. Namun, karena berada di Gading Walk, Anda bisa duduk di kursi yang tersedia di sini bila tidak mendapatkan tempat duduk di Cotton Drops. Sayangnya, dengan karyawan yang tidak sampai sepuluh orang, beberapa orang mengeluhkan lamanya pesanan datang.
Alexander Joe dan Felix Timotius, kakak beradik pendiri minuman Cotton Drops (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)