Tak hanya kesempatan yang lebih kecil untuk mendapat anak kembar, namun mengurus dan merawat mereka juga tidak mudah. Dalam reality show ini dikisahkan bagaimana perjuangan Song Il-gook yang harus mengurus si kembar tiga sendirian. Il-kook ditantang untuk bisa merawat Daehan, Minguk dan Manse tanpa bantuan istrinya. Il-Kook sempat kewalahan dan merasa lelah, namun di saat itulah si kembar tiga ini justru menghibur ayahnya dengan berbagai tingkah lucu dan menggemaskan.
Tak hanya membuat ayahnya gemas, tingkah polah polos ketiganya juga membuat para penonton merasa terhibur. Ketiga bayi kembar ini memiliki sifat yang berbeda satu sama lainnya. Si sulung Daehan adalah sosok yang kalem dan mandiri. Dalam tiap episodenya, Daehan bahkan menolak untuk digandeng ayahnya dan memilih untuk menggandeng Manse atau Mingook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Si anak tengah, Mingook, memiliki sifat yang berbeda dengan Daehan. Mingook adalah sosok yang lebih cengeng dibanding dua saudaranya. Namun, Mingook seperti memiliki kharisma bagi semua yang melihatnya. Mingook sangat suka menyanyi aneka lagu-lagu anak Korea. Dalam satu episode diperlihatkan bahwa Mingook adalah anak yang sopan dengan meminta kru film menyingkir dari arena permainan mobil agar mereka tak tertabrak. Ia adalah anak yang manis dan gemar memberi ciuman.
Sifat yang jauh berbeda ditunjukkan oleh kembar paling bungsu, Manse. Gerak-geriknya yang pemberani membuatnya dijuluki sebagai anak yang punya jiwa bebas. Manse termasuk anak yang paling bandel di antara ketiganya. Lucunya, ketika salah satu dari triplet ini berbuat nakal, mereka akan saling berpelukan dan meminta maaf.
Aksi menggemaskan mereka, didukung dengan tampilan apik dari reality show ini membuat triplet memiliki banyak penggemar. Tak cuma dari Korea tapi juga Indonesia dan negara lainnya di seluruh dunia. Tak heran, kemunculan mereka membuat semakin banyak orang yang ingin memiliki anak kembar. Sayangnya, tidak semua orang bisa memiliki anak kembar. Bahkan rasio pasangan memiliki anak kembar juga tergolong kecil.
"Ada banyak faktor yang harus diperhatikan jika ingin punya anak kembar, yaitu keturunan, makanan, dan obat yang dikonsumsi," kata dr. M. Nurhadi Rahman, SpOG dari RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta kepada CNN Indonesia, Selasa (25/11).
Dia menambahkan, pada populasi umum, angka kejadian kehamilan kembar (umum) hanya berkisar kira-kira 1 sampai 3 persen dari kehamilan. Kemungkinan paling besar untuk mendapatkan anak kembar adalah kembar dua. Semakin banyak jumlah kembaran, maka kemungkinan terjadinya pun semakin kecil. Sedangkan rasio kemungkinan terjadinya kehamilan kembar dua berkisar 1:89, triplet (kembar tiga) 1:892, kuadruplet (kembar empat) 1:893.
Tak hanya kemungkinan yang semakin kecil, namun kemungkinan hamil kembar lebih dari dua anak (triplet, kuadruplet dan lainnya) secara alami pun semakin sulit. "Kasus triplet yang terjadi secara spontan (alami) itu jarang sekali terjadi," ujarnya.