Seperti diberitakan Independent, pengumuman itu muncul dengan tulisan tangan di muka pintu restoran bernama PiaPia di Tokyo sejak sepekan sebelum Natal.
“Kami akan menolak melayani semua pasangan pada 24 Desember, tanpa terkecuali!” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Di Jepang, sebenarnya hari Natal menjadi hari kerja normal. Kecuali bagi sebagian pemeluk Kristen yang tergolong minoritas. Namun masyarakat Jepang secara umum tetap ikut merayakan malam Natal yang biasanya diisi dengan acara makan malam di luar rumah bagi para pasangan kekasih.
Takashi Kyozuka, pegawai PiaPia, mengatakan, “Pengumuman ini kami pasang di muka restoran karena para lajang pasti akan merasa sedih jika mereka datang sendirian saja, dan melihat beberapa pasangan duduk berdua-dua,” kata Takashi Kyozuka, pegawai PiaPia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT