Namun, dengan adanya kecelakaan pesawat bukan berarti Anda harus mengubah rencana liburan dan perjalanan Anda. Bukan hanya karena pesawat lebih cepat, tapi secara data perjalanan darat seperti mengendarai mobil, motor, kereta, bahkan berjalan kaki, masih jauh lebih mematikan. Statistik menunjukkan pesawat masih menjadi alat transportasi teraman.
National Highway Traffic Safety Administration mengkompilasi dan meneliti statistik kecelakaan untuk seluruh negara di Amerika Serikat. Tahun 2008, data Fakta Keselamatan Lalu Lintas menunjukkan jutaan kecelakaan karena mengemudi dan statistik lain menunjukkan 1,27 kematian per 100 juta mil perjalanan darat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam angka absolut, mengemudi lebih berbahaya, dengan lebih dari 5 juta kecelakaan dibandingkan dengan 20 kecelakaan pesawat terbang, seperti dilansir dari laman USA Today. Dari semua penerbangan komersil yang ada, kecelakaan pesawat terjadi pada rasio 1:1,2 juta, seperti dilansir Channel4.
Karena itu, statistik menunjukkan bepergian dengan pesawat jauh lebih aman daripada mengemudi. Namun, menurut David Ropeik, instruktur komunikasi risiko di Harvard School of Public Health, perjalanan udara terasa lebih berbahaya karena persepsi risiko. Dijelaskannya, mengemudi memberi kontrol yang lebih personal, membuat orang merasa lebih aman. Hal itulah yang tidak didapatkan saat Anda bepergian menggunakan pesawat terbang.
Selain itu, kecelakaan pesawat yang tragis, membunuh lebih banyak orang sekaligus, meraih lebih banyak perhatian dan membuat orang lebih sensitif terhadap hal tersebut. Sedangkan kecelakaan mobil terjadi setiap hari dan menyebar dari waktu ke waktu, membuat efek gabungannya kurang terlihat.
(mer)