KESEHATAN JIWA

Petuah Ampuh Agar Anda Tidak Melanggar Resolusi 2015

Windratie, CNN Indonesia | Jumat, 02/01/2015 10:38 WIB
Saat ini, orang-orang modern lebih berkutat pada resolusi seputar kesehatan, berhenti merokok, mengurangi minuman beralkohol, mengurangi makan. Ilustrasi perempuan merayakan tahun baru 2015. (REUTERS / Jason Reed)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berapa banyak dari kita mengikrarkan resolusi di tahun baru? Mulai dari mengurangi stres, menurunkan berat badan, hidup lebih sehat, atau lebih terorganisir. Namun, dengan berjalannya waktu, melaksanakan semua tujuan tersebut ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Berapa banyak orang yang sukses menjalankan resolusi tahun barunya? Jawabannya adalah tidak banyak. Hanya satu dari sepuluh orang yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya. Hal tersebut telah diteliti oleh Richard Wiseman dari Universitas Hertfordshire. Sebagian bahkan melanggar niat baik tersebut sangat awal di tanggal 23 Januari.

Jika sudah jelas terus dilanggar, lalu kenapa kita membuatnya lagi? Janji melakukan perubahan begitu terompet tahun baru berbunyi lebih merupakan sebuah fenomena modern saat ini.


Bangsa Romawi kuno setiap tahun berjanji menjalani kehidupan lebih baik kepada Janus, dewa di mana nama Januari berasal. Bangsa Babylonia juga berikrar kepada dewa mereka di pergantian tahun. Tema perbaikan diri telah melintasi budaya dan agama yang berbeda.

Saat ini, orang-orang modern lebih berkutat pada resolusi seputar kesehatan, berhenti merokok, mengurangi minuman beralkohol, mengurangi makan. Kesehatan holistik juga kian sering menjadi tekad banyak orang. Dari lebih sering melakukan aktivitas di luar rumah, mengurangi stres, meditasi, mengurangi ketergantungan pada telepon pintar.

Namun, begitu masuk bulan Februari, kita seolah membuat alasan untuk bisa menyantap sepotong kue atau minum segelas anggur. Cuaca tak bersahabat di awal tahun, membuat kita memutuskan mungkin bukan sekarang bukan saat yang tepat menjadi orang lapangan.

Jangan berputus asa dulu, dikutip dari laman Independent, berikut beberapa saran para ahli agar Anda berhasil mencapai resolusi di tahun 2015 ini.

Membuat target

Buatlah tenggat waktu yang jelas untuk tujuan Anda. Pelatih kepribadian Matt Roberts mengatakan, beberapa tujuan harus ditetapkan pada dua minggu, enam minggu, dua belas minggu, dan satu tahun. Setiap pembagian waktu tersebut harus memiliki target spesifik yang ingin dicapai agar tidak menyimpang dari target itu.

Jangan sekadar baik bagi Anda

Tulis ulang resolusi atau tujuan menjadi visi yang bermanfaat bagi orang-orang yang disayangi. Jadi, tidak melulu tentang Anda. Misalnya, jika resolusi Anda adalah ingin sehat, ubah menjadi ingin sehat agar saya tetap bisa bersama anak-anak saya.  

Ingatkan diri

Buatlah pengingat visual yang bisa dibawa kemana-mana. Baik itu berupa foto pesepakbola idola atau pesan inspirasional dalam dompet. Menurut Georges Petijean, pelatih motivasi kaum muda, satu-satunya hal yang bisa membuat Anda melanggar resolusi adalah diri sendiri.

Pikirkan yang akan diperoleh

Masalah nyata dalam kegagalan menetapkan tujuan adalah kecenderungan kita menyatakannya secara negatif. Misalnya, saya akan berhenti merokok atau saya akan berhenti minum. Agar kesempatan sukses lebih besar, kita perlu berpikir manfaat dan fokus pada tujuan. Kalau saya berhenti merokok, saya akan lebih sehat, bugar, dan lebih kaya. Motivator Carol Fox mengatakan, otak manusia perlu diberikan sesuatu yang positif untuk berfokus, daripada sekadar memberitahu akan kehilangan sesuatu.

Jangan membuat komitmen berlebihan

Dua kata saja, langkah kecil. Jika ingin menciptakan kebiasaan, coba untuk memecah tujuan menjadi potongan sekecil mungkin. Lalu, pilih yang termudah untuk memulainya.

Pikirkan bahwa Anda akan merasa baik

Lupakan dulu tentang kehilangan berat badan. Bagaimana penampilan Anda bukan yang utama, yang terpenting adalah perasaan Anda. Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, fungsi organ, dan kesejahteraan menyeluruh. Bonusnya adalah, rambut mengilap, mata cerah, kulit yang indah, energi yang meningkat, serta pinggang yang lebih kecil.

Buatlah menyenangkan

Kebosanan akan mengurangi motivasi awal yang menggebu-gebu. Coba hal baru, barangkali seperti kelas baru, mengikuti sebuah acara atau menyewa pelatih pribadi agar lebih fokus dan termotivasi.

Hadiah untuk diri sendiri

Memberi hadiah untuk diri sendiri baik ketika ingin mencapai tujuan atau saat mencapai tujuan adalah penting. Cara tersebut membuat kita berpegang pada resolusi tanpa harus menunggu resolusi tersebut tercapai. Pelatih karier Penny Davenport mengatakan, Anda lah yang memegang kunci keberhasilan diri sendiri.

Terukur

Buat resolusi yang sangat spesifik. Misalnya, saya ingin bisa berlari 30 menit tanpa istirahat pada minggu keenam. Banyak orang beresolusi 'saya ingin sehat'. “Apa makna kalimat itu? Ubahlah dengan, 'saya ingin bersepeda ke kantor sebanyak empat kali dalam seminggu'. Tujuan itu lebih nyata,” kata Julia Willmott, pelatih fitnes dan guru pilates.

(win/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK