Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pengobatan, gaya hidup, dan kesehatan fisik. Selain itu, peneliti dari Charles University di Prague juga telah mengindentifikasi hubungan antara pria dan ibunya yang dibangun sejak awal ternyata menjadi sebab terjadinya disfungsi ereksi, seperti dilansir dari laman Medicaldaily, Kamis (8/1).
Para peneliti menyimpulkan, pada beberapa kasus, disfungsi ereksi mungkin adalah salah satu penyakit psikogenik yang bersumber dari emosi dan stres mental. Ketika sudah merujuk pada penyakit yang berkaitan dengan saraf, penyakit ini sangat sulit untuk didiagnosis karena tidak ada penyebab fisik yang jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umur saat pria pertama kali jatuh cinta juga bisa memengaruhi disfungsi di kemudian hari. Pria yang memiliki pengalaman jatuh cinta di umur yang lebih muda, kemungkinan mengalami masalah seksual lebih kecil jika dibandingkan dengan pria yang jatuh cinta di umur yang lebih tua atau bahkan yang tidak pernah jatuh cinta sebelumnya.
Selain masalah psikologis, para peneliti juga sudah menetapkan bahwa ketergantungan alkohol, tekanan darah tinggi, dan penyakit Parkinson terbukti berkontribusi menjadi faktor penyebab disfungsi ereksi.
(mer/mer)