Koleksi busananya kali ini bertajuk La Vie, dalam bahasa Perancis berarti kehidupan. "La Vie itu sendiri berarti kehidupan. Saya mengambil kisah seseorang dari dia lahir hingga meninggal," Kata Yosep kepada CNN Indonesia. Yosep membuat kreasi busananya dengan inspirasi gaya busana cheongsam khas busana Tiongkok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kreasi Cheongsam Yosep Sinudarsono |
Untuk memperkaya desainnya, Yosep menghadirkan detail busana dengan ornamen khas Tiongkok, misalnya detail burung, bunga dan tambahan aplikasi mutiara di beberapa bagiannya.
Desainer muda ini juga menggunakan material brokat, kain sutra dan satin untuk mengolah cheongsam-nya.
Cheongsam yang dihadirkannya tersebut tampil dengan dominasi warna merah. Memang, sejak dulu busana tradisional Tiongkok ini memang identik dengan warna merah. Namun ada juga kreasinya yang memiliki dua warna, putih dan merah.
"Siklus kehidupan itu saya wujudkan dalam bentuk warna. Saya mengambil warna putih, hitam, dan melewati color tone, merah. Seperti dari putih, pink, merah, merah marun, cokelat, kemudian hitam," ujarnya.
Perpaduan warna putih, merah dan hitam pada koleksinya mencerminkan makna kelahiran, perjuangan, tantangan serta akhir dari kehidupan.
Selain cheongsam, desainer lulusan Esmod ini juga menghadirkan koleksi gaun malamnya. Gaun malamnya dibuat dengan dominasi dengan warna hitam dan siluet busana yang menonjolkan kesan seksi dan feminin. Gaun strapless, one shoulder, gaun mermaid, body contour, dan A-line menjadi ciri khasnya untuk menampilkan gaya feminin.
"Style saya lebih ke arah ke feminin. Wanita di mata saya adalah wanita yang feminin, tidak terlalu feminin, tetapi menonjolkan sisi kuat dari wanita tersebut," ujarnya.
(chs/mer)
Kreasi Cheongsam Yosep Sinudarsono