“Yang baik adalah minum air putih dengan cukup. Untuk orang dewasa, rata-rata 2,5 hingga 3 liter per hari,” kata Tunggul D Situmorang, dokter ahli penyakit ginjal dari RS MRCCC Siloam, saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (20/1).
Menurut Tunggul, kebanyakan minum air akan membuat ginjal mengalami hiperfiltrasi. Akibatnya, ukuran ginjal akan lebih besar. Pada orang normal, kondisi ini masih bisa ditoleransi oleh ginjal. Namun, akibatnya bisa fatal pada penderita gangguan ginjal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, kebanyakan minum air tetap berakibat buruk pada orang dengan ginjal normal. Dijelaskan Parlindungan Siregar, ahli ginjal hipertensi FKUI RSCM, seperti dikutip dari detikHealth, kelebihan air di dalam tubuh dapat mengakibatkan penurunan kadar natrium dalam darah.
Kekurangan natrium dapat mengakibatkan kantuk dan cepat lelah. Keadaan ini juga mengakibatkan cairan tubuh akan menjadi encer dan jumlahnya menjadi berlebihan. Akibatnya sel-sel di tubuh akan membengkak, diikuti dengan pembengkakan otak hinga menyebabkan kejang bahkan kematian.
“Keseimbangan air diatur oleh ginjal. Jumlah air yang masuk harus sama dengan air yang dikeluarkan. Secara rata-rata 2,5 sampai 3 liter,” kata Tunggul.
(mer)