Itulah yang terjadi di Perancis baru-baru ini. Dilansir dari laman Independent, pengadilan di Perancis menghentikan beberapa penamaan bayi perempuan, setelah nama Nutella — yang sejatinya adalah selai roti — populer.
Ada kasus lain di Perancis, sepasang suami istri dilarang menggunakan nama Fraise, yang berarti stroberi, untuk buah hati mereka. Lalu, nama-nama seperti Pepsi, Geordie, Apple, London, bahkan Reem, diambil dari reality show The Only Way Essex, kian populer di Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Managing Editor website BabyCenter UK Sarah Redshaw, tren nama adalah sesuatu yang berputar.
“Saat ini kita melihat peningkatan besar dalam nama-nama seperti Alfred, Archie dan Florence,” kata Sarah. “Nama-nama yang sangat populer kira-kira seratus tahun lalu sekarang kembali menjadi mode. Ini juga bisa efek dari Downtown Abbey.”
“Namun, bisa juga karena orang-orang kembali agak jauh mencari nama kakek dan nenek mereka. Diperkirakan dalam waktu 20 tahun ke depan nama orang tua kita akan kembali menjadi mode.”
Salah satu yang membuat siklus nama populer adalah selebriti dan media, menurut Redshaw. Dengan popularitas acara televisi seperti Game of Thrones dan Breaking Bad membuat nama-nama seperti Jessie dan Skyler menjadi diminati.
Sementara itu, tren nama berkembang jadi lebih berani dan deskriptif. “Sekarang orang tua akan mengambil benda sehari-hari seperti apel. Juga, orang tua akan menggabungkan nama seperti Rose-Lee. Menggabungkan dua nama menjadi satu agar menjadi nama baru yang lebih unik.”
“Ada juga contoh selebriti yang lebih kreatif dengan menciptakan nama-nama seperti Blue atau Princess yang memengaruhi orang.”
(win/mer)