Hewan-hewan Paling Langka di Muka Bumi

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 06/02/2015 17:24 WIB
Hewan-hewan Paling Langka di Muka Bumi Ilustrasi badak (REUTERS/David W Cerny)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akibat penebangan hutan yang tak terkendali dan pemburuan liar, banyak binatang-binatang yang punah. Masalah ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Dikutip dari laman National Geographic, berikut 9 binatang yang sudah paling jarang ditemui di muka bumi.

1. Badak Sumatera
Badak Sumatera kini sudah semakin sulit ditemui. Total populasi spesies hewan ini sekarang hanya kurang dari 275 ekor. Sama seperti jenis badak lainnya, spesies badak bercula satu ini juga menjadi target pemburuan. Pemburu mengincar cula badak yang indah untuk dijadikan komoditas dagangan atau sekadar benda koleksi.


2. Western Lowland gorilla
Menurut survei, sejak tahun 1980-an, pemburuan spesies gorila ini makin meningkat. Parahnya, pemburuan liar untuk tujuan komersil ini justru lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat penyebaran virus Ebola di Afrika.

3. Mountain pygmy possum
Hewan ini merupakan hewan asli Australia. Mamalia ini hidup di kawasan pegunungan.

Sayangnya, hewan kecil mirip tikus ini jumlahnya semakin kecil karena ada penghancuran habitat asli untuk proyek bangunan dan resor ski.

4. Buaya Filipina
Buaya ini termasuk buaya air tawar. Biasanya hewan buas ini hidup di habitat seperti kolam, danau atau di tempat lain yang berair dan dikelilingi oleh sawah.

Hewan ini juga terancam punah karena adanya pemburuan liat dan perilaku penangkapan ikan yang menggunakan dinamit.

5. Orangutan Sumatera
Hewan asli Indonesia ini memang adalah spesies binatang penghuni pohon. Mereka biasanya hidup dengan bergelantungan dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun habitatnya mulai berkurang karena hitan dan pohon-pohon yang ditinggali sudah ditebang oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Jumlah orangutan kini semakin menurun 80 persen dalam kurun waktu 75 tahun terakhir. Data tahun 2013 menunjukkan orangutan yang ada di alam liar hanya berkisar 7300 ekor.

6. Nothern bald ibis
Tahun 2002 lalu, burung ibis ini ditemukan kembali di wilayah Siria dekat Palmira. Habitat burung ini rusak akibat pemburuan liar.

Menurut legenda Turki, burung ini adalah salah satu burung yang dilepaskan pertama kali oleh Nabi Nuh dari bahteranya. Burung ini dianggap sebagai perlambang kesuburan.

7. Katak pohon mata hitam
Para peneliti memperkirakan bahwa spesies katak ini akan berkurang 80 persen lagi dalam kurun waktu 10 tahun. Katak ini asli Meksiko dan Amerika Selatan.

Katak ini mulai punah karena kerusakan lingkungan dan adanya infeksi jamur chytridiomycosis. Jamur ini menginfeksi dan membunuh amfibi.

8. Lord howe island stick insect
Awalnya hewan ini sudah dianggap punah sekitar tahun 1920-an. Anggapan musnah ini disebabkan adanya serangan tikus yang memusnahkan semua serangga ini.

Namun tahun 2001 lalu, spesies ini kembali ditemukan kembali sekitar 22 km dari Lord howe Island.

9. Antelope putih
Di tahun 2013 lalu, peneliti mengatakan jumlah populasi antelop putih ini hanya tinggal 300 ekor. Populasinya berkurang karena adanya pemburuan, kekeringan dan stres akibat wisatawan. Jika dulunya hewan ini bisa ditemui di seluruh Afrika, namun kin hanya bisa ditemui di Nigeria.


(chs/mer)