Walaupun para peneliti mengategorikan kebanyakan mikroba yang ditemukan tidak berbahaya, tapi mereka membenarkan kereta bawah tanah juga merupakan sumber penyebab penyakit, bakteri, yang dapat menyebabkan antraks, penyakit pes, juga termasuk resistensi terhadap obat.
"Data ini menunjukkan bahwa secara umum kereta bawah tanah aman," tulis para peneliti dalam studi yang diterbitkannya, seperti dilansir dari laman Medical Daily.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kata lain, mereka adalah non-patogenik. Namun, hampir 12 persen dari spesies bakteri yang menjadi sampel penelitian menunjukkan keterkaitan terhadap penyakit.
Mereka menemukan bakteri penyebab resistensi terhadap antibiotik sebanyak 27 persen dari seluruh sampel. Adapun dua sampel mengandung fragmen DNA Bacillus anthracis (Anthrax), dan tiga sampel mengandung plasmid yang berhubungan dengan Yersinia pestis (wabah pes). Namun, peneliti menemukan tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam bagian ini.
(mer)