Pesan Emoji Bisa Sampaikan Keinginan Seksual

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 10/02/2015 20:15 WIB
Pesan Emoji Bisa Sampaikan Keinginan Seksual Ilustrasi: Emoji (Kiky Makkiah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum berbagai emoji hadir, sangat sulit rasanya untuk menginterpretasikan pesan teks. Bahkan tak jarang terjadi salah tafsir pesan karena nada membaca yang salah.

Tapi kini, interpretasi pesan sudah tak sesulit dulu. Berbagai emoji yang mewakili perasaan pun hadir untuk memudahkan penyampaian pesan dan mengurangi salah tafsir.

Namun ternyata fungsi emoji tak sebatas itu saja. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Match.com, emoji terbukti dapat membuat kencan, hubungan seks, dan bahkan hubungan pernikahan menjadi lebih baik.


Dengan jumlah sebanyak 40 juta orang Amerika yang memakai jasa kencan online, tidak mengejutkan jika penggunaan emoji seolah menjadi syarat wajib dalam cara mereka berkomunikasi, atau cara menggoda bahkan dalam proses berpacaran.

Kencan online yang tadinya hanya berbasis teks pun ternyata menyulitkan mereka menafsirkan maksud pasangan tanpa ada nada bicara dan bahasa tubuh. Kehadiran emoji ternyata dapat mengatasi ketidakhadiran fisik dengan memberi tanda kepada pasangan.

Survei Match.com yang dipimpin oleh seorang antropolog biologi di Universitas Rutgers, Helen Fisher, menganalisis data dari 5.600 sampel di Amerika tentang penggunaan emoji untuk menyampaikan hasrat dan romantisme yang dimiliki.   

Hasilnya, emoji ternyata bisa berkembang menjadi perangsang nafsu dan birahi melalui sarana digital. Sebanyak 54 persen dari lajang yang menggunakan emoji untuk berkomunikasi ternyata memiliki lebih banyak seks daripada 31 persen lajang lainnya yang hanya menggunakan kata-kata.

"[Pengguna Emoji] ingin membuat teks-teks mereka lebih bersifat pribadi. Mereka tidak hanya memiliki lebih banyak seks, mereka pun berkencan lebih banyak dan memiliki keinginan dua kali lebih besar untuk menikah," kata Fisher.

Sebanyak 62 persen dari pengguna emoji dengan status lajang mengaku ingin menikah. Sebaliknya, hanya 30 persen yang berstatus lajang yang tidak ingin menikah. Pola ini ditemukan pada orang-orang dari segala usia, mulai dari umur 20 sampai 40 tahun.

Sementara itu, penggunaan emoji jika dilihat dari jenis kelamin tidak memiliki banyak variasi. Data menunjukkan perempuan lebih suka menggunakan emoji dasar, seperti happy smiley faces dan kissing-lips dibandingkan laki-laki. Sementara lelaki cenderung memilih emoji kissing face dan heart eyes.

Selain itu, seorang perempuan yang menggunakan emoji yang berhubungan dengan ciuman dinilai lebih mudah mencapai orgasme dengan pasangan dekatnya. Hal ini mungkin terkait dengan keyakinan pengguna emoji yang lebih peduli tentang menemukan pasangan yang menganggap komunikasi sebagai hal yang penting.

Emoji lainnya yang paling populer digunakan oleh para lajang adalah ‘wink’, diikuti oleh ‘smile’ dan ‘kiss’.

Tidak hanya melalui emoji, pengguna jasa kencan online juga menggunakan foto diri mereka untuk menunjukkan karakter pribadi. Sebuah studi pada tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa avatar online dapat mengungkapkan banyak tentang kepribadian seseorang.

Misalnya, orang yang memiliki kemampuan bersosialisasi yang tinggi cenderung membuat avatar yang bisa mengomunikasikan kepribadian mereka, sedangkan orang yang menyenangkan akan menciptakan avatar yang bisa menimbulkan persahabatan dengan orang lain.

Konteks dunia digital juga dapat mengaktifkan keinginan seseorang untuk menjadi lebih ekspresif daripada di dunia nyata karena kenyamanan ‘bersembunyi’ di balik perangkat online. (mer/mer)


ARTIKEL TERKAIT