Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa meditasi bisa meningkatkan kualitas tidur seseorang. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, peneliti mengamati 49 laki-laki dan perempuan yang berusia di atas 66 tahun yang kurang tidur. Mereka dibagi menjadi dua kelompok besar.
Satu kelompoknya mengikuti program kesehatan tidur standar, sedangkan setengahnya lagi belajar tentang program kesadaran. Selama enam minggu, kelompol dua menghabiskan waktu dua jam seminggu untuk belajar meditasi dan tindakan kesadaran lain termasuk kesadaran bergerak, duduk, makan dan lainnya. Mereka diminta untuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajari di rumah, namun tidak pernah membahas tentang masalah tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir sesi, peneliti mengukur kualitas tidur setiap orang. Hasilnya, kelompok meditasi punya kualitas dan kuantitas tidur yang lebih baik dibanding kelompok lainnya. Mereka juga memiliki risiko yang lebih rendah terserang depresi, insomnia dan kelelahan. Namun kedua kelompok memiliki hasil yang hampir sama untuk masalah cemas dan stres.
Peneliti beranggapan bahwa meditasi akan meningkatkan sistem saraf dan poses sistem kognitif yang berhubungan dengan gairah dan stres. "Sebelum tidur, orang yang tak bisa tidur akan punya kekhawatiran yang tinggi. Mereka mulai merenungkan masalah mereka yang sulit tidur," kata Black. "Melalui latihan kesadaran ini, orang belajar bagaimana untuk bisa berpikir tanpa harus membuatnya jadi rumit."
Penyebab lainnya, meditasi akan membantu mencegah timbulnya gangguan suasana hati. Meditasi akan mengurangi kecemasan dan membuat orang jadi lebih santai. Hal ini akan membuat mereka berpikir bahwa mereka bisa memiliki tidur yang berkualitas.
(chs)