Jika ingin mengenakan sandal jempit dan celana pendek di pesawat, sebaiknya ditahan dulu, sampai benar-benar menginjak pasir di pantai.
Dilansir dari laman CNN, maskapai penerbangan Australia itu mengatakan, mereka berencana untuk lebih ketat dalam menerapkan aturan berpakaian 'smart casual' pengunjung. Aturan ini dibuat menyusul keluhan pengunjung tentang cara berpakaian sesama penumpang pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung dapat ditolak masuk oleh staf ruangan jika mereka tidak memenuhi standar yang sesuai. Namun, jangan salah kaprah dulu. Maskapai tidak meminta penumpang mengenakan jas dan dasi.
Namun, mereka diminta untuk menghindari hal-hal seperti memakai kaus tanpa lengan, berkaki telanjang, dan sandal jepit karet.
“Sebagian besar staf kami memenuhi bahkan melampaui pedoman (berpakaian rapi), tapi kami mendapatkan beberapa masukan dari pelanggan. Mereka ingin melihat pedoman tersebut berlaku untuk semua orang,” kata Helen Gray, Kepala Produk dan Pelayanan Domestik Qantas.
“Pedoman pakaian dan lounge kami sama dengan sebagian besar restoran dan klub.”
Sampai April, peringatan Qantas tersebut akan ditampilkan di pintu masuk lounge. Para staf Qantas akan mengingatkan pedoman tersebut pada pelanggan. Sejauh ini, banyak orang yang setuju dengan pedoman berbusana tersebut.
Sebuah jajak pendapat di situs Australian Business Traveller bertanya, “Haruskah Qantas menerapkan aturan berpakaian smart casual di ruang bandara?”
Dari lebih dari tiga ribu orang yang memilih, sebanyak 84,24 persen menjawab 'ya'.
(mer/mer)