Bahaya Paparan Sinar UV Lebih dari Sekadar Kulit Terbakar

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Senin, 09/03/2015 16:54 WIB
Bahaya Paparan Sinar UV Lebih dari Sekadar Kulit Terbakar Ilustrasi (Internet/Skitterphoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika berada di bawah paparan sinar matahari yang begitu terik, menemukan seberkas bayangan seperti menemukan sebuah oase di tengah gurun yang gersang.

Tak peduli apakah itu bayangan dari bangunan sekitar, dedaunan pohon yang rindang, atau bayangan orang yang berdiri di sebelah Anda, bisa seolah menjadi sebuah perisai yang dapat melindungi Anda dari matahari yang seolah ‘terlalu semangat’ menyinari bumi.

Anda pasti berpikir dengan menemukan tempat berteduh dari paparan sinar matahari dapat membuat Anda benar-benar terlindung dari efek buruknya.


Tapi, sekarang, ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sinar ultraviolet atau sinar UV akan berlanjut selama beberapa jam setelah Anda terpapar sinarnya, meski Anda sudah menemukan tempat berteduh yang benar-benar sejuk. Akibatnya, risiko kanker kulit pun masih mengintai.

Profesor dari Yale School of Medicine, Douglas E. Brash, menjelaskan, ketika sinar UV menyentuh kulit, terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan rusaknya melanin, yang merupakan sebuah perisai untuk mencegah kanker yang disebabkan mutasi DNA.

Reaksi yang sama juga mengubah melanin menjadi kumpulan energi yang dapat membahayakan energi di sekitar DNA. "Struktur kimia DNA berubah dan hasilnya DNA pun membengkok," ujarnya, seperti dilansir dari laman Prevention.

Proses ini akan berlanjut selama tiga sampai empat jam setelah paparan sinar UVA atau UVB meskipun Anda sudah berada di dalam bangunan sekalipun.

Pembengkokan DNA ternyata dapat menyebabkan meningkatnya risiko kanker kulit dengan dua cara. Fenomena ini dapat menyebabkan matinya sel, yang akhirnya meninggalkan ruang untuk sel kanker berkembang biak atau mutasi sel yang akan mengubah DNA dan menyebabkan kanker kulit.

Namun, jangan khawatir, ternyata tubuh Anda dapat memperbaiki pembengkokan DNA. Anda hanya perlu menemukan jalan untuk menghentikan bahaya yang terus terjadi setelah kulit terpapar sinar matahari terus-menerus.

"Jika Anda hanya terkena sinar matahari ketika berjalan menuju suatu tempat, tubuh Anda dapat pulih," ungkap Brush. Tapi jika Anda sengaja berjemur di bawah sinar matahari dalam waktu yang lama, seperti berjemur di pantai untuk tanning, tubuh Anda sulit melakukan pemulihan.

Para peneliti sedang mencari kemungkinan bahwa mengolesi senyawa yang dapat menyerap energi topikal setelah paparan sinar matahari dapat membantu menghentikan kerusakan. "Jika Anda dapat mencegah sinar tersebut masuk ke kulit, maka Anda dapat mencegah semua masalah-masalah lainnya dapat menyebabkan kerusakannya," tukas Brush.

Saat ini, cara terbaik untuk tetap dilindungi adalah dengan memakai tabir surya pada kulit yang terkena paparan sinar matahari ketika Anda berada di luar ruangan. Gunakanlah tabir surya dengan SPF 30 atau lebih pada wajah Anda, bibir, tangan, dada, dan lindungi diri Anda dengan topi, payung, atau dengan mencari tempat berteduh, meski di bayangan orang yang berdiri di sebelah Anda.


(mer/mer)