Satu hal yang sama dari ketiga wilayah ini adalah penerapan konsep Great, yaitu Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam. Konsep Great dalam pariwisata, berarti menjadikan salah satu wilayah sebagai hub atau pintu gerbang masuknya wisatawan dan mengarahkan wisatawan tersebut ke daerah-daerah di sekitarnya untuk mengembangkan pariwisata. Jadi, jika Great Bali diterapkan, tak hanya Bali yang akan jadi fokus tujuan wisata, namun wilayah sekitarnya seperti Jawa Timur atau Nusa Tenggara Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga dengan Great Jakarta. Kawasan wisata di sekitar Jakarta seperti kawasan Bogor dan Bandung pun akan 'kebagian' kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jakarta.
Konsep Great juga digunakan karena dinilai lebih praktis dari segi promosi. Hal ini disebabkan banyaknya destinasi wisata Tanah Air yang tidak mungkin bisa dipromosikan satu per satu lantaran keterbatasan waktu dan biaya. "Saya akan tetap menggunakan pendekatan great biar tidak frustasi. Kita akan frustasi kalau bicarakan satu-satu. Mulailah pakai konsep Great," ujar Arief.
Salah satu syarat bisa terwujudnya konsep Great ini adalah adanya infrastruktur dan transportasi yang memadai. "Yang akan kami bangun, Great yang sudah siap, seperti di sekitar Bali, Jakarta, dan Batam, itu (infrastrukturnya) sudah 90 persen," ujar Arief.
Sejak diterapkannya pariwisata sebagai leading sector di Indonesia, Arief pun optimis perkembangan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan pariwisata akan tumbuh dengan cepat. "Ketika pariwisata sudah jadi leading sector, kementerian lain wajib membangunkan daerah yang sudah ditetapkan KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional)."
Untuk itulah ia pun berencana mengembangkan konsep Great ini pada destinasi wisata baru yang memiliki potensi. "Dalam hal pembangunan destinasi akan menggunakan Great juga," pungkasnya.
(mer/mer)