Karl Lagerfeld Ubah Panggung Mode Chanel jadi Restoran Mewah

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2015 16:02 WIB
Karl Lagerfeld Ubah Panggung Mode Chanel jadi Restoran Mewah Koleksi Chanel (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan Karl Lagerfeld namanya jika tak punya kejutan unik untuk penggemar Chanel. Dalam beberapa pagelaran busananya di beberapa pekan mode, Lagerfeld selalu menampilkan gaya unik di panggungnya.

Setelah menggunakan konsep supermarket dan taman bunga, kali ini Lagerfeld memilih menampilkan konsep brasserie atau kafe. Brasserie yang dihadirkan bergaya tradisional Perancis yang bernama Brasserie Gabrielle.  

Pengunjung dipersilakan masuk ke dalam area kafe dadakan ini melalui sebuah pintu masuk yang juga bergaya restoran mewah.


Tak setengah-setengah, Lagerfeld menghadirkan restoran yang berkelas lengkap dengan sofa empuk berwarna merah. Sofa ini ditata menyerupai tatanan asli di restoran lengkap dengan meja bertaplak putih, pembatas meja, sampai gelas berkaki dan piring. Ini bukannya palsu, semua benda yang disajikan adalah benda asli. Namun, semua ini hanya diperuntukkan bagi tamu-tamu khusus Lagerfeld, misalnya Anna Wintour dan fotografer fesyen, Mario Testino.

Sebagai aksesori tambahan, di panggung utama Chanel juga diberi tambahan bar melingkar lengkap dengan kursi bar yang tinggi serta makanan yang nikmat. Tak cuma itu, beberapa pria-pria bar yang berlalu-lalang di sekitar bar juga menjadi pemandangan tersendiri di peragaan busana ini.

Tak lama kemudian, tamu-tamu model yang modis dengan busana ala Chanel pun muncul ke panggung. Restoran dadakan di Grand Palais mulai memanas dengan kehadiran model Cara Delevigne, Kendall Jenner, dan Edie Campbell.

Cara, Kendall, Edie, dan semua model tampil dengan rancangan terbaru Chanel. Koleksi Lagerfeld kali ini dikreasikan dengan menggunakan berbagai bahan unik untuk menghasilkan efek berlapis dan efek 3D. Dalam beberapa item, Lagerfeld menghidupkan kembali bahan tweed yang ikonik. Ia menampilkan tweed dalam berbagai siluet dan gaya yang berbeda.

Ada beberapa siluet yang terinspirasi apron atau celemek yang biasa dipakai para pramusaji. Ia menghadirkan gaya parka dengan hood, rok mini berpotongan lurus, flare skirt, tube dress, kardigan rajut, jeans, dan crop jacket.

Detail bordir grafis yang digunakannya menggambarkan lantai brasserie. Kesan seksi tak lupa juga dihadirkannya. Ia mengolah bahan sheer atau tembus pandang menjadi berbagai busana bergaya vintage namun modis. Kemeja tembus pandang dengan tambahan pita besar di bagian dada, mini dress flare sheer, dan cape dengan sentuhan pita yang feminin menjadi pilihan kreasi Lagerfeld.  


(chs/mer)