Taman Baru di Bandung untuk Anak Muda yang Ingin Gesit

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2015 16:51 WIB
Taman Baru di Bandung untuk Anak Muda yang Ingin Gesit Taman Gesit Bandung (CNN Indonesia/Utami Widowati)
Bandung, CNN Indonesia -- Peran ruang terbuka hijau memang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain untuk tempat bersosialisasi bersama teman atau masyarakat yang lebih luas, ruang terbuka hijau juga bisa menjadi tempat melakukan aktivitas lainnya, misalnya saja berolahraga.

Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang paling banyak membuat ruang terbuka hijau. Ada Ketua Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung, Arief Prasetya mengatakan di wilayahnya ada sekitar 604 taman dengan 13 taman tematik.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil memang terkenal gencar membuat ruang terbuka hijau. Belakangan ia pun membuat taman-taman tematik untuk menarik perhatian warga masyarakat agar terbiasa menghabiskan waktu di taman. Sekaligus juga mewujudkan Kota Bandung sebagai kota yang ramah lingkungan dan nyaman.


Taman yang dibuat di Bandung pun benar-benar didedikasikan untuk masyarakat. Bahkan masyarakat bisa menggunakan taman secara gratis asal tetap bertanggung jawab. "Kemarin ada di taman personel Changcuters merayakan ulang tahun. Gratis. Asal jaga kebersihan aja. Kalau ada yang rusak ya ganti," kata Arief saat ditemui di kawasan Dipati Ukur, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3).

Dari sekian banyak taman yang ada di Bandung, Arief menyebutkan ada taman-taman favorit yang sering dikunjungi warga Bandung. "Ada Taman Film, Taman Alun-alun Bandung, Taman Superhero, Taman Musik, Taman Jomblo, Taman Skatepark. Rata-rata taman tematik,"'ujarnya.

Taman Tematik Baru

Meski sudah memiliki 13 taman tematik, Pemerintah Kota Bandung pun masih ingin membuat taman-taman tematik lainnya. Salah satunya yang sedang dalam proses penggarapan adalah Taman Gesit.

Bekerja sama dengan pihak Nutrifood, Pemerintah Kota Bandung membangun Taman Gesit sebagai tempat baru bagi warga untuk memghabiskan waktunya. Diberi nama Taman Gesit, karena taman ini didukung fasilitas untuk membuat pengunjungnya lebih bergerak gesit.

Di taman ini nantinya akan ada Active Area yang terdiri dari tiang-tiang setinggi 2 meter. Tiang-tiang ini dikonstruksikan menyambung dengan tree deck berupa tiang untuk melakukan aktivitas gym dengan monkey bar, rope spider dan incline board.

"Taman ini diperuntukkan untuk generasi muda agar lebih aktif, bisa lebih sehat, dan tumbuh maksimal," kata Brand Manager HiLo dari Nutrifood, Ignatius Teddy, di Taman Gesit, Bandung, Jumat (13/3).

Selain ditujukan untuk tempat melakukan aktivitas fisik yang lebih aktif, taman ini nantinya juga bisa digunakan sebagai tempat bersosialisasi atau kumpul komunitas. "Bisa digunakan misalnya untuk aktivitas HiLo Green Community untuk mengedukasi tentang lingkungan hijau di Kota Bandung," ujar laki-laki yang akrab disaap Teddy itu.

Bandung dipilih sebagai tempat pembangunan kota ini dengan alasan Kota Bandung sudah memiliki banyak taman tematik yang dikenal masyarakat.

Taman seluas 320 meter persegi ini pun nantinya akan memiliki parkir sepeda vertikal karena lokasi Taman Gesit dekat dengan lokasi Car Free Day. Hal ini dimaksudkan agar para pengunjung Car Free Day bisa dengan mudah memarkirkan sepedanya sambil beristirahat di Taman Gesit.

Saat ini proses pengerjaan taman baru sampai 40 persen. Pembangunan yang dimulai sejak awal Maret ini diharapkan akan rampung pada April mendatang untuk segera diresmikan.



(mer/mer)