Menurut kepercayaan masyarakat, ada dua kisah yang menjadi latar belakang penamaan danau itu, seperti dilansir dari laman Indonesia.travel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, pada praktiknya, pembangunan dam terhenti atau tidak pernah selesai. Mereka menyebutnya dengan ‘Dam Tak Sudah’. Entah bagaimana awalnya ‘Dam Tak Sudah’ kini berubah menjadi ‘Dendam Tak Sudah’.
Namun, di balik namanya yang terdengar cukup aneh, Danau Dendam Tak Sudah menawarkan keindahan yang luar biasa. Dengan luas 37,50 hektar, danau ini terletak di Kota Curup, Bengkulu Utara, hanya 6 kilometer dari pusat Kota Bengkulu.
Danau Dendam Tak Sudah merupakan kawasan cagar alam karena dikelilingi bukit-bukit hijau yang menyimpang banyak potensi ekologi dan keseimbangan ekosistem.
Karena lingkungannya yang masih sangat asri, tak mengherankan bila Danau Dendam Tak Sudah menjadi habitat flora dan fauna langka. Tumbuhan endemik langka seperti anggrek matahari, nipah, plawi, pulai, bakung, gelam, terentang, sikeduduk, brosong, ambacang rawa, dan pakis, tumbuh subur di sana. Ada pula beberapa jenis ikan langka yang berasal dari famili Anabantidae, Bagridae, dan Cyprinidae.
Hadirnya hewan-hewan seperti lutung atau kera ekor panjang, burung kutilang, babi hutan, siamang, dan ular phyton yang hidup di sekitar danau, juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.
(mer)