Sebagian dari mereka tak berdiam diri dengan kondisi ini. Salah satu cara yang seringkali dilakukan adalah menata pola makan alias berdiet. Sayangnya, para remaja kerap terjebak dalam diet yang buruk sehingga justru berefek pada kesehatan mereka.
Hal tersebut disampaikan Grace Judio-Kahl, konsultan penurunan berat badan dan gangguan makan (eating disorder). Menurut Grace, remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu amat berhati-hati dalam berdiet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pada remaja perempuan diet buruk juga berdampak pada aktivitas hormonal. Pada masa awal, remaja perempuan belum memiliki siklus menstruasi yang teratur. Diet yang buruk akan memperparah gangguan siklus hormonal tersebut.
Pada kondisi yang lebih parah lagi, ahli fisiologi sekaligus behavior scientist dan pemerhati gaya hidup itu mengatakan, "Anak yang mengonsumsi teh pelangsing misalnya bisa saja kekurangan elektrolit. Yang akan terganggu adalah jantung dan ginjalnya.”
"Tidak pernah ada kasus orang diet mati akibat sakit lambung atau maag, biasanya karena gangguan ginjal dan jantung," tutur Grace menambahkan.
Selain itu, diet dengan cara yang salah juga membuat remaja memiliki gangguan makan kelak saat dewasa seperti binge eating, bulimia, dan anoreksia. Semua gangguan tersebut membuat orang selalu berperang dengan makanan.
"Karena kebiasaan makan atau diet saat remaja akan terbawa hingga dewasa," kata Grace.
(utw/utw)