"Don't underestimate flea markets and antique stores, because you never know what you are going to find. Fine items don't only exist in malls," tulis Luthfi dalam bukunya yang berjudul Happy Vintage.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebutkan sejumlah lokasi di Jakarta untuk berburu barang vintage di antaranya Kebayoran Lama, Blok M Square, Pasar Santa, dan Kemang Timur.
"Vintage hunting itu jangan terlalu banyak pakai perhiasan, pakai baju yang simpel, enggak bawa dompet, dan barang ditawar saja. Jangan sudah murah terus langsung dibeli," kata Luthfi membagikan tips.
Lebih rinci, ia menuliskan lima tips berburu barang vintage di dalam bukunya sebagai berikut.
1. Bujet
Sebelum berbelanja, susun anggaran dan hanya bawa uang tunai yang dibutuhkan. Jika Anda membawa terlalu banyak uang, kesempatan untuk membeli barang-barang yang mendatang sesal kemudian akan terbuka lebih lebar.
2. Fokus
Fokuslah untuk hanya membeli barang-barang yang disukai.
3. Waktu
Sama seperti perburuan barang lainnya, Anda pun perlu meluangkan waktu untuk berburu barang vintage. Susuri setiap sudut toko sebelum akhirnya Anda memutuskan membeli sesuatu.
4. Menawar harga
Menawar harga adalah suatu keharusan. Usahakan selalu menawar. Meskipun barang yang Anda incar sudah murah, tawarlah dan lihat apa yang akan terjadi.
5. Pakaian
Kenakan pakaian yang kasual dan nyaman. Usahakan tidak membawa tas ataupun dompet. Simpan uang Anda di dalam kantong.
Soal selera, Luthfi berpendapat setiap orang adalah kolektor dan mengoleksi vintage dapat menjadi salah satu cara yang bagus untuk melatih dan mengembangkan tingkat selera tertentu.
"Satu hal tentang vintage adalah Anda harus berburu di mana pun!" seru Luthfi. Jadi, jangan ragu untuk memulai perburuan!
(mer/mer)