Keluarnya cairan dari vagina masih dianggap normal bila tidak menimbulkan bau, gatal, atau rasa tak nyaman di area vagina. Penyebab keputihan abnormal antara lain infeksi jamur, bakteri vaginosis, atau gejala menopause, yang relatif tidak berbahaya tapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan harus ke dokter?
Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis kandungan bila mengalami keputihan abnormal dengan gejala-gejala: cairan kehijauan, kekuningan, kental; bau vagina yang kuat, kemerahan, gatal, rasa terbakar atau iritasi vagina atau daerah kulit yang mengelilingi vagina dan uretra (vulva); serta adanya perdarahan atau bercak yang tidak berhubungan dengan masa menstruasi.
Amankah berhubungan intim saat perempuan mengalami keputihan abnormal?
"Bila istri Anda mengalami keputihan (Fluor Albus) hendaknya hubungan intim ditunda dulu," kata Andri Wanananda, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
Dijelaskan Andri, penetrasi dan gerakan penis ke dalam vagina akan membuat iritasi dan peradangan (inflamasi). Akibatnya, keputihan semakin meluas hingga membahayakan organ-organ reproduksi di sekitar rahim.
“Dianjurkan agar istri Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan, minimal bisa dilakukan papsmear lendir vaginanya. Hal ini untuk mengetahui penyebabnya, apakah bakteri, jamur atau trichomonas-vaginalis,” kata Andri menganjurkan.
(mer/mer)