Hadir pula Perdana Menteri Perancis saat itu Pierre Tirard serta beberapa pejabat lainnya. Sekitar 200 pekerja konstruksi yang susah payah membangun menara tertinggi di kota romantis itu turut hadir menyaksikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eiffel, pembangun jembatan yang masyhur, adalah ahli konstruksi logam. Dia juga merancang rangka Patung Liberty, yang pada saat itu baru berdiri di New York Harbor.
Pada awalnya, Menara Eiffel disambut dengan skeptisisme para kritikus. Mereka berpendapat, menara itu secara struktur tidak kokoh. Yang lain juga mengumpat. Mereka berpikir menara hanya akan merusak pemandangan di jantung kota Paris.
Tak gentar, Eiffel menyelesaikan menara kontroversial itu sesuai anggaran yang disiapkan hanya dalam waktu dua tahun. Selama konstruksi dikerjakan, hanya satu pekerja tewas. Maklum, angka korban pekerja tersebut pada saat itu dianggap sangat rendah apalagi untuk proyek sebesar itu.
Cahaya dan struktur terbuka Menara Eiffel, semuanya dianggap sebagai keajaiban teknologi. Beberapa dekade kemudian, menara itu menjelma sebagai maha karya arsitektur. Tinggi Menara Eiffel adalah 984 meter, terdiri dari kerangka besi yang disokong empat pilar batu, dari situ menjulang empat tiang yang bersatu membentuk sebuah menara vertikal tunggal.
Ada beberapa pelantar yang masing-masing memiliki sebuah dek observasi berada pada tiga tingkatan. Lift menanjaki pilar dengan bentuk kurva. Eiffel mengontrak perusahaan lift Otis Elevator. Perusahaan Amerika Serikat itu merancang lift kaca seperti kandang untuk menara itu.
Meski demikian, lift urung rampung pada 31 Maret 1889, di hari pembukaan resminya. Jadi, Gustave Eiffel mendaki tangga menara dengan beberapa sahabatnya yang tangguh, dia menaikkan bendera Perancis pada struktur tiang bendera.
Kembang api dinyalakan pada serambi kedua. Eiffel dan rekannya turun, sang arsitek lantas menjamu tamu dan sekitar 200 pekerja di sana. Menara Eiffel masih menjadi struktur buatan manusia tertinggi di dunia sampai selesai dibangunnya Chrysler Building di New York pada 1930.
(win/utw)