Dilaporkan, mereka akan memiliki jumlah sperma lebih rendah, serta persentase sperma lebih rendah dari sperma normal, berdasarkan hasil studi terbaru yang dilansir dari laman Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, para peneliti membandingkan jawaban mereka dengan data residu pestisida rata-rata tahunan Departemen Pertanian Amerika Serikat.
Misalnya, paprika, bayam, stroberi, apel, dan pir cenderung memiliki tingkat residu pestisida yang tinggi. Sedang kacang polong, kacang-kacangan, jeruk, dan bawang memiliki jumlah residu pestisida dari tingkat rendah sampai sedang.
Setengah dari jumlah responden mengonsumsi setidaknya 3,5 porsi buah dan sayuran per hari. Jumlah total buah-buahan dan sayuran dalam diet tidak memiliki efek dengan air mani.
Namun, responden yang makan setidaknya 1,5 porsi produksi sayuran dan buah-buahan dengan tingkat pestisida tinggi per hari memiliki sekitar setengah jumlah sperma dalam air mani. Serta, dua pertiga jumlah sperma normal.
Hasil tersebut ditemukan pada responden yang makan kurang dari setengah porsi sayur dan buah tinggi pestisida per hari, berdasarkan jurnal Human Reproduction.
“Ini tidak berarti kesuburan berkurang,” kata penulis penelitian Jorge Chavarro dari Harvad T.H, Chan School of Public Health. “Kami akan terus mencari tahu sampai sejauh mana efek kualitas air mani ini akhirnya berdampak pada kesuburan.”
Produk pangan yang sarat pestisida dikaitkan dengan kualitas semen yang buruk. Nyatanya, laki-laki yang makan buah-buahan dan sayuran dengan tingkat pestisida tinggi cenderung berolahraga lebih sering dan memiliki pola makan sehat secara keseluruhan, kata Chavarro.
Mengingat pestisida memang dirancang untuk membunuh dan melukai reproduksi hama, maka tidak mengherankan mereka berbahaya bagi reproduksi manusia, kata Levine Hagai dari Mount Sinai School of Medicine di New York.
(win/utw)